Konsep dasar kreatifitas
- kemampuan untuk menciptakan sebuah inovasi baru tanpa ada halangan.
- Pengembangan atau susunan yang baru contohnya saja paci yang dibuat ibu rumah tangga sebagai alat memasak tetapi panic dibuat sedemikian rupa menjadikan bentuk hiasan rumah yang cantuk. Bisa di bilang mendaur ulang kembali fungsi umum biasanya.
- Keterampilan untuk menemukan sesuatu yang baru. Memandang subjek dari prespektif yang berbeda atau baru, dan membentuk kombinasi yang laras dan serasi.
Pola dasar kreatif
I : Imajinasi
Yaitu selalu memikirkan tanpa batas, dan membentuk sebuah fariasi yang menarik dan menguntungkan banyak orang
D : data
Data yang ada dikembangkan dan di ubah menurut imajinasi yang akan dibentuk.
E : Evaluasi
Mengevaluasi kembali hasil imajinasi yang telah dibuat. Melihat segi sosial yang didapat, maupun nilai ekonomi.
A : Aksi
Melakukan dan mengerjakanya sesuai yang kita bayangkan dan dari evaluasi yang dilakukan.
Ciri Individu Kreatif
- bebas dalam berfikir : selalu berfikir bebas tanpa batasan untuk melakukan sesuatu
- penuh daya imajinasi : penuh gambaran-gamabaran yang menarik dan baru
- bersifat selalu ingin tahu : setiap ynag didapatkan mengingkan selalu hal yang lebih dari yang di dapatkan.
- Suka pengalaman baru : pengalaman yang menantang mengadu andrenalin akan membuat ide-ide segar keluar untuk dikembangkan.
- Penuh Inisiatif : mengakali kejadian yang kurang baik dengan hal yang lebih baik lagi.
- Bebas dalam pendapat : berani mengeluarkan pendapat untuk mendapatkan hal yang menarik dan rasa ingin tahu semakin meningkat.
- Tidak pembosan : melakukannya dengan senagn hati dan ulet
- Punya minat yang luas : memiliki keinginan maupun kesukaan yang tidak satu tetapi semua ingin dicoba untuk menggali kreatifitas
- Percaya Diri : percaya diri dari hasil usaha yang dibuat sendiri, dan mehargai karya yang dibuat dengan usaha keras.
- Tidak mudah menerima : maksud disini tidak mudah menerima pemberian dari orang lain begitu saja tapi di cari tahu lebih dahulu dan usaha terlebih dahulu.
- Berani mengambil resiko : keinginan yang kuat tidak akan mengahalangi rasa takut kegagalan yang akan di dapatkan.
- Senang tugas majemuk : tugas ynag bermacam-macam bentuk membuatnya tertantang untuk megusahakanya lebih baik lagi.
- Ulet : selalu giat berlatih dan tidak putus asa.
Kreatifitas ialah
- berani keluar dari koridor yang telah ada, memberanikan untuk berbeda dan muncul dnegan cara tersendiri.
- Mengetahui bila dia salah. Membuanya belajar dan menyadari akan kesalahan tersebut dan berani nertanggung jawab.
- Berani mencoba. Kreatifitas akan berkembang bila mencobanya secara langsung
- Dan melakukannya dengan senag tanpa beban.,
Penyebab rendahnya Kreatifitas
- terlalu menekankan pada car berfikir konfergen : yang kurang berani keluar dari koridor
- kurang wawasan sebagai menyebabkan cara berfikir : cara berfikir yang monoton dan tak pernah mau mengetahui informasi terbaru membuat mati informasi.
- Takut mengebuah kebiasan : kebiasaan yang sering dilakukan merasa kurang nyaman membuat kebiasan yang sebalik dari biasanya.
- Tacit salah : takut yang dilakukan hal yang dilarang dan kurang berani mengambil resiko yang berat.
- Tidak memiliki rasa humor : menyebabkan hidup yang dilakukan kaku dan kurang berjalan dnegan baik.
Kenali kecerdasan kita antara lainnya dalah : fisik, linguistic, musical, naturalis, logis, visual, interpersonal, intra personal. Dari mengetahui kelebihan dari diri seseorang akan memudahkan untuk kreatifitas dalam kehidupan.
Bagaimana meningkatkan Kreatifitas
- Jadikan penjelajahan pikiran, terbuka dengan gagasan terus menerus. Maka tidak akan ada habisnya ide yang didapatkan karena berani untuk mencoba.
- Kembangakan pertanyaan. Pertanyaan yang dimiliki di kepala jadikan kembangkan dan meluaskan akan membantu seseorang untuk mencari dan menggali lebih dari biasanya.
- Kembangkan gagasan sebanyak-banyak. Gagasan yang banyak dan meluas akan membuat daya fikr akan semakin berkembang .
- Keluar dari zona nyaman. Berani merasakan sakit dan susahnya, karena rasa ingin tahu dan menggali kreatifitas yang ada.
- Gunakan imajinasi. Membayangkan ornag-orang sukses berhasil karena usaha keras pula membayangkan hasil yang kita dapatkan dari usaha kreatifitas yang akan di lakukan.
- Isilah sumber inspirasi. Dengan cara melihat tokoh inspirasi seseorang maupun melihat dari kesuksesaan disekitar karena kreatif dan berani mencoba.
-
10 cara jadi kreatif
1) Yakin anda bisa dan mampu melakukanya.
2) Eksperimen Kreatifitas dalam pekerjaan dan kehidupan. Melakukan hal yang baru di kehidupan dnegan contoh membuat pernak-pernik dari bahan yang tidak terpakai.
3) Munculkan jiwa kekanak-kanakan. Emmerlukan kembali masa kekanank-kanak, karena pada masa kanak-kanak banyak sekali ide cemerlang maupun hal yang menarik di masa kanak-kanak tersebut.
4) Lakukan sesuatu yang tidak biasa. Melakukan hal yang belum pernah dilakukan selama ini.
5) hilangkan fikiran Logis. Karena pemikiran logis hanya akan mematikan kreatifitas, karena fikiran logis hanya mengendalikan kepemikran apada koridonya.
6) “charge” pikiran anda. Dengan selalu mengisi dengan ide-ide yang abru tak lupa mengetahui bila otak perlu istirat, lalu dengan istirahat berarti memberikan waktu untuk otak untuk berkembang denga biak.
7) baca buku, lihat keluar. Dengan melihat buku akan menambah wawasan dan melihat keluar akan menambah pengetahuan disekitar apa yang sedang di sukai dan kurang disukai semua itu bisa jadi bahan yang baru.
8) memiliki kegiatan rutin. Membuat kegiatan dan menamabah banyak orang baru yang dikenal dan jaringan yang baru.
9) Tuliskan ide yang muncul . karena terkadang manusia tak lupaut dari lupa walupun otak mampu mengingatnya.
10) yakin dan hitek . karena orang kreatif tidak gagap akan teknologi, sekalau megikuti teknologi zaman sekarang.
Minggu, 03 Januari 2010
QUANTUM LEARNING
Quantum Learning
Menurut Bob patter menklasifikasikan bahwa kerangka pemikirian Quantum Learning
- sikap positif
- motivasi
- cara belajar
- lingkungan belajar
- baca cepat
- catatan efektif
bersikap positif
a) kekuatan posikiran : pemikiran yang tiada batasannya membuat pola pikiran kita dapat berjalan dengan sempurna.
b) Otak kita : otak yang efisien, otak yang selalu dapat menyimpan banyak data yang kita berikan.
c) Dalil tentang Otak : otak yang selalu yang bekerja jaringan dari otak akan saling menyatu dan membuat otak akan terus terasah dan berguna dengan baik. Sedangkan yang kurang mengasah otak otak tidak dapat membentuk jaringan yang sempurna lalu membuat jaringan tersebut akan membuat kita menjadi pelupa.
Belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan
- pada usia 1 tahun : dalam usia ini kita dalam kegiatan proses belajar berjalan mengenal dan merekam setiap orang berbicara.
- Pada usia 2 tahun : dalam tahap belajar berkomunikasi, kita dapat mengahafal 200 kata atau lebih tergantung seringnya kita melihat dan memperhatikan , juga merekamnya.
- Pada usia 5 tahun : pengetahuan setiap kata sudah mencapai 90% yang dapat dikuasai
- Pada usia 6 tahun : belajar membaca dalam usia ini kita telah melatih organ tubuh kita yaitu lidah untuk pengucapan dan penambahan ilmu yang lebih matang lagi. Pada usia ini mulainya banyak tingkah pola kita yang sudah menunjukan pertumbuhan dan perbedaan pada usia yang 1-5 tahun.
Macam –macam Kecerdasaan menurut Gatner antara lainya adalah : Sastra, logika, visual, kinestitik, musical, interpersonal, intra personal, natural. Tetpai setiap orang memiliki satu kelebihannya yang paling menonjol dan lebih bagus lagi apabila memiliki dua kelebihan.
Pertumbuhan otak
- otak tumbuh karena ada stimulus yang diberikan, pada anak maka pertumbuhan otak akan berjalan secara optimal. Apabila tidak adanya stimulus yang masuk ke otak akan membuat otak akan menjadi tidak terasa dan kurang efektif dalam bekerja,
- fungsi sensormotorik, yaitu stimulus berupa kontak dengan lingkungan disekitarnya membuat otak merekam semua yang ada di sekelilingnya dan membuat sebuah perbandingan antara yang baik dan buruk.
- Fungsi emosional-kognitif, yaitu stimulus berupa bermain dan meniru hal ini akan dilakukan apabila melihat yang menyenangkan akan membuat otak untuk mengikuti yang indah menurut yang dilihatnya.
Otak kanan dan kiri
Otak kiri
Berfikir logis pula secara linear atau tersusun, menerima bentuk sekuensil dan yang bersifat rasional. Otak kiri bersifat konfergen yaitu memusat pada sesuatu dan bersifat vertical berfikir secara tiggi dan rendah besar dan kecil.
Sedangkan otak kanan
Otak kanan berfikir secara acak dan tidak memilki aturan, holistic dan intruitif, yaitu menyukai keindahan. Dalam hal ini otak kanan berfikir secara divergen yaitu berfikir secara meluar, pula lateral yaitu tidak teratur atau kebalikan dari otak kiri. Tetapi setipa manusia memiliki ciri khusus pada dirinya, dan otak kanan maupun otak kiri sama baiknya, dan lebih baik lagi dapat menggunakannya keduanya.
Belajar Aktif VS Pasif
Belajar aktif yaitu belajar dalam situasi apapun yang ada di depannya, pula memanfaatkan apa yang kita pelajari disekelilingnya, dalam belajar selalu proaktif dalam menanggapi informasi, dan bersandarkan pada kehidupan .
Belajar Pasif ialah tidak dapat melihat kesempatan dalam pembelajaran, dan mengabaikan setiap peluang yang diberikan dan kurang berani untuk mengeluarkan pendapat, selain itu pula reaktif kurang yaitu kurang aktif dalam proses pembelajaran, pula menarik diri dari lingkungan sekitarnya kurang mau berbaur dnegan lingkungan sekitarnya.
Manfaat Belajar
Selain menambahkan ilmu pengetahuan yang didapatkan pula mengasah otak untuk berfikir agar tetap bekerja dengan baik .
Rayakan suatu pencapaian yang diusahakan dalam proses pembelajaran
Dalam proses pembelajaran tentunya kita mendapatkan banyak latihan dan tugas. Saat itu pula otak terus bekerja tanpa letihnya, saat tersebut kita harus merayakan bagaimanapun hasilnya, karena kita harus mensyukuri hasil yang kita lakukan selama ini.
Menata kembali lingkungan belajar
- pencayahaan : dalam proses belajar pastinya selalu membaca pula menulis pada saat tersebut harus mengatur pencayahaan yang baik dalam belajar, agar tidak merusak organ tubuh.
- Musik : musik pula merangsang otak untuk berfikir, selain mengundang rasa kenyamanan maupun tidak membaut rasa jenuh belajar berhari-hari.
- Alat Bantu visual : alat Bantu berupa laptop, LCD, dan alat Bantu yang lainnya akan membuat menarik perhatian dalam melakukan pembelajaran
- Penempatan : posisi duduk maupun penempatan alat Bantu yang kita gunakan membuat semua itu merasakan nyaman dalam belajar dan merasa tidak letih.
- Temperature : tempat yang sejuk dan tenang akan memabntu proses belajar, apabila dalam keadaan gaduh dan panas akan membuat jenuh dan tidak focus dalam belajar.
- Suasana hati : suasan hati pun mempengaruhi dalam belajar, belajar saat ketidak nyamanan rasa hati akan mempengaruhi semuanya.
Pentingnya musik
menggunakan musik akan membuat gelombang otak akan bekerja secara baik dan nyaman, selain itupula denyut nadi dan tekanan darah turun, apabila terjadi rasa ketenangan dan ketegangan pun tak terasa. Sedangkan belajar tanpa musik akan membuat denyut nadi dan tekanan darah naik, dan perasaan nyaman pun menghinggapi.
Menentukan Gaya belajar
- cara menyerap informasi : bagaimana kita memahami informasi yang kita dapatkan
- mengatur informasi : mengaturnya menjadikan sebuah referensi suatu pembelajaran yang baru,
- mengelola informasi : mendapatkan informasi lalu mengembangkannya menjadi sesuatu yang berguna.
setelah menyerap informasi yang kita dapatkan lalu mengaturnya menjadisebuah rangkaian yang berguna untuk proses belajar, dan mengaplikasikannya di lingkungan masyarakat agar berguna untuk banyak orang.
Modalitas belajar
Dengan cara visual membantu menarik perhatian untuk belajar pula dengan cara avaitorial yaitu mendengarkan informasi tersebut, lalu menjadikan tambahan ataupun pengetahuan yang berguna. Dengan cara Kinestika penggerakan, informasi tersebut di aplikasikan secra langsung.
Tanggal : 4 Desember 2009
Pendisiplinan sekolah
Pendisiplinan sekolah ialah usaha untuk sekolah agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berprilaku dengan normal
Aturan sekolah ialah aturan standar berpakaian, ketepatan waktu, prilaku sosial, estika belajar. semua ynag mengatur akan berjalannta proses belajar.
Tujuan disiplin sekolah
- mendorong dukungan bagi terciptanya untuk kenyamanan dan ketertiban dari proses belajar
- mendorong siswa melakukan kegiatan yang sesuai koridor yang benar.
- Membantu siswa memahami dan menyesuaikan kondisi dengan tuntutan lingkungan.
- Siswa belajar hidup dengan kebijakan-kebijakan yang baik dan bermanfaat. Hal ini memberikan mereka pemebelajaran akan pentingnya aturan, karena di lingkungan luar tentunya ada pula aturan lebih ketat dan tegas.
Penyebab perilaku Indisiplin
- guru ataupun dosen yang tidak mengikuti disiplin yang dibuat. Menyebabkan anak didik mengikuti contoh dari orang dewasa.
- Kondisi sekolah yang kurang nyaman pun membuat anak didik melanggar peraturan sekolah. Dikarenakan mereka belum menerima yang dia inginkan.
- Siswa itu sendiri yang merasa ingin melanggar peraturan sekolah, dikarenakan merasa jenuh dan bosan.
- Kurikulum yang dibuat terlalu ketat dan tidak fleksibel dan dipaksakan. Akan mengganggu mereka dalam belajar dan menyebabkan kurang efektif proses belajar.
Upaya guru menumbuhkan disiplin
- membantu siswa mengembangkan pola perilaku mereka dalam setiap melakukan aktifitas.
- Membantu siswa meningkatkan standar perilakunya.
- Menggunakan pelakasaan aturan sebagai alat-alat, baik aturan-aturan khusus maupun umum dalam pembelajarannya.
Pentingnya disiplin dalam pendidikan dalam pembelajaran
- rasa hormat terhadap prioritas : menghormati dan mengikuti aturan yang dibuat akan menjadikan contohnya yang baik bagi anak didik.
- Upaya untuk menanamkan kerja sama : yaitu saling berinteraksi antara satu sama lainnya dan saling menghormati satu sama lainya, akan menumbuhkan rasa kerja sama untuk kemajuan bersama.
- Kebutuhan untuk berorganisasi : rasa sadar kita mengetahui kita hidup bersama dan membutuhkan orang lain. Maka semua itu akan menumbuhakan rasa keorganisasian yang dibuat untuk bersama.
- Rasa hormat antara orang lainnya.
- Keinginan untuk tidak melakukan yang kurang menyenangkan
- Memperkenalkan contoh perilaku tidak disiplin, agar mereka dapat membandingakan antara perilaku disiplin akan mendapatkan keuntungan yang baik untuk mereka, sedangkan perilaku negative akan mendapatkan dapat yang buruk bagi yang melakukannya.
Strategi umum merancang disiplin
- menumbuhkan konsep diri siswa, seorang siswa menyadari dirinya sebagai pelajar dan melakukan tugasnya sebagai pelajar dengan baik agar membangkan dirinya dan orang disekitarnya.
- Keterampilan komunikasi, menjadikan komunikasi alat untuk mengetahui sebab mereka melakukan pelanggaran. Lalu bicaralah dari hati ke hati kepada anak didik yang bermasalahan, pendekatan pun perlu dilakukan agar anak didik merasa nyaman untuk mengungkapkanya.
- Konsekuensi-konsekuensi yang logis, dimana seorang pendidik memberikan hukuman yang logis dan dapat diterima anak didik dengan baik, dan memberikan efek jera bagi mereka.
- Klarifikasi nilai, perlu komunikasi tentang perkembangan nilai selama ini mereka belajar. agar mereka dapat menintropeksi diri mereka.
- Analisis transksional caranya perjanjian lalu menganalisis masalah, yang dialami agar mendapatkan hukuman yang sesuai dnegan problem dari masalah yang mereka hadapi.
- Disiplin yang terintegrasi, disiplin yang
- Modifikasi perilaku, memperbaiki kembali perilaku yang telah terjadi menjadi yang lebih baik lagi.
- Tantangan bagi disiplin, anak didik mendapatka tantangan yang mendidik. Apabila mereka dapat menyelesaikan tantangan tersebut mereka mendapatkan penghargaan ataupun suatu bentuk simpatik dari guru agar dapat di tiru oleh teman-teman yang lainnya.
Pengaturan otoritarian
- pengaturan dibuat sangat ketat, yaitu peraturan yang dibuat sangat memberatkan peserta didik.
- Siswa di haruskan patuh, sebab lainnya siswa diberikan aturan yang ketat dan patuh malah menyebabkan pelanggaran akan terus terjadi .
- Menerima saksi atau hukuman berat. Hukuman yang berat bukanlah solusi yang akan memberikan efek jera melainkan efek mereka akansemakin melangar peraturan
Peraturan Permisif
- orang dibebaskan bertindak menurut keinginannya. Dengan hal ini mereka sendiri akan mendapatkan pelajaran setiap tindaknya.
- Dibebaskan mengambil keputusan sendiri. Pengambilan keputusan sendiri rasa keberhasilan dan kegagalan itu akan jadi bahan sebuah pilihan untuk menjadi lebih baik.
- Kejadian melanggar norma, kebebasan yang diberikan akan dengan sendirinya berdapak secara langsung untuk fisik maupun mental.
- Ada rasa cemas, dan takut. Perasaan rasa cemas dan takut telah tumbuh membuat mereka tidak akan melanggar peraturan yang dibuat.
Peraturan Demokrasi
- ada penjelasan,diskusi . tidakan yang dilakukan diberikan penjelasan mereka melakukan hal tersebut. dan membicarakan dnegan cara dewasa untuk mendapatkan solusi yang terbaik.
- Teknik ini menekankan aspek educatif
- Saksi atau hukuman dapat diberikan kepada yang melanggar.
- Hukuman upaya menyadarkan mereka tidak melanggar hukum bukanlah bentuk jalan pemberontakan yang baik.
- Kemandirian dan tanggung jawab dapat berkembang.
Menurut Bob patter menklasifikasikan bahwa kerangka pemikirian Quantum Learning
- sikap positif
- motivasi
- cara belajar
- lingkungan belajar
- baca cepat
- catatan efektif
bersikap positif
a) kekuatan posikiran : pemikiran yang tiada batasannya membuat pola pikiran kita dapat berjalan dengan sempurna.
b) Otak kita : otak yang efisien, otak yang selalu dapat menyimpan banyak data yang kita berikan.
c) Dalil tentang Otak : otak yang selalu yang bekerja jaringan dari otak akan saling menyatu dan membuat otak akan terus terasah dan berguna dengan baik. Sedangkan yang kurang mengasah otak otak tidak dapat membentuk jaringan yang sempurna lalu membuat jaringan tersebut akan membuat kita menjadi pelupa.
Belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan
- pada usia 1 tahun : dalam usia ini kita dalam kegiatan proses belajar berjalan mengenal dan merekam setiap orang berbicara.
- Pada usia 2 tahun : dalam tahap belajar berkomunikasi, kita dapat mengahafal 200 kata atau lebih tergantung seringnya kita melihat dan memperhatikan , juga merekamnya.
- Pada usia 5 tahun : pengetahuan setiap kata sudah mencapai 90% yang dapat dikuasai
- Pada usia 6 tahun : belajar membaca dalam usia ini kita telah melatih organ tubuh kita yaitu lidah untuk pengucapan dan penambahan ilmu yang lebih matang lagi. Pada usia ini mulainya banyak tingkah pola kita yang sudah menunjukan pertumbuhan dan perbedaan pada usia yang 1-5 tahun.
Macam –macam Kecerdasaan menurut Gatner antara lainya adalah : Sastra, logika, visual, kinestitik, musical, interpersonal, intra personal, natural. Tetpai setiap orang memiliki satu kelebihannya yang paling menonjol dan lebih bagus lagi apabila memiliki dua kelebihan.
Pertumbuhan otak
- otak tumbuh karena ada stimulus yang diberikan, pada anak maka pertumbuhan otak akan berjalan secara optimal. Apabila tidak adanya stimulus yang masuk ke otak akan membuat otak akan menjadi tidak terasa dan kurang efektif dalam bekerja,
- fungsi sensormotorik, yaitu stimulus berupa kontak dengan lingkungan disekitarnya membuat otak merekam semua yang ada di sekelilingnya dan membuat sebuah perbandingan antara yang baik dan buruk.
- Fungsi emosional-kognitif, yaitu stimulus berupa bermain dan meniru hal ini akan dilakukan apabila melihat yang menyenangkan akan membuat otak untuk mengikuti yang indah menurut yang dilihatnya.
Otak kanan dan kiri
Otak kiri
Berfikir logis pula secara linear atau tersusun, menerima bentuk sekuensil dan yang bersifat rasional. Otak kiri bersifat konfergen yaitu memusat pada sesuatu dan bersifat vertical berfikir secara tiggi dan rendah besar dan kecil.
Sedangkan otak kanan
Otak kanan berfikir secara acak dan tidak memilki aturan, holistic dan intruitif, yaitu menyukai keindahan. Dalam hal ini otak kanan berfikir secara divergen yaitu berfikir secara meluar, pula lateral yaitu tidak teratur atau kebalikan dari otak kiri. Tetapi setipa manusia memiliki ciri khusus pada dirinya, dan otak kanan maupun otak kiri sama baiknya, dan lebih baik lagi dapat menggunakannya keduanya.
Belajar Aktif VS Pasif
Belajar aktif yaitu belajar dalam situasi apapun yang ada di depannya, pula memanfaatkan apa yang kita pelajari disekelilingnya, dalam belajar selalu proaktif dalam menanggapi informasi, dan bersandarkan pada kehidupan .
Belajar Pasif ialah tidak dapat melihat kesempatan dalam pembelajaran, dan mengabaikan setiap peluang yang diberikan dan kurang berani untuk mengeluarkan pendapat, selain itu pula reaktif kurang yaitu kurang aktif dalam proses pembelajaran, pula menarik diri dari lingkungan sekitarnya kurang mau berbaur dnegan lingkungan sekitarnya.
Manfaat Belajar
Selain menambahkan ilmu pengetahuan yang didapatkan pula mengasah otak untuk berfikir agar tetap bekerja dengan baik .
Rayakan suatu pencapaian yang diusahakan dalam proses pembelajaran
Dalam proses pembelajaran tentunya kita mendapatkan banyak latihan dan tugas. Saat itu pula otak terus bekerja tanpa letihnya, saat tersebut kita harus merayakan bagaimanapun hasilnya, karena kita harus mensyukuri hasil yang kita lakukan selama ini.
Menata kembali lingkungan belajar
- pencayahaan : dalam proses belajar pastinya selalu membaca pula menulis pada saat tersebut harus mengatur pencayahaan yang baik dalam belajar, agar tidak merusak organ tubuh.
- Musik : musik pula merangsang otak untuk berfikir, selain mengundang rasa kenyamanan maupun tidak membaut rasa jenuh belajar berhari-hari.
- Alat Bantu visual : alat Bantu berupa laptop, LCD, dan alat Bantu yang lainnya akan membuat menarik perhatian dalam melakukan pembelajaran
- Penempatan : posisi duduk maupun penempatan alat Bantu yang kita gunakan membuat semua itu merasakan nyaman dalam belajar dan merasa tidak letih.
- Temperature : tempat yang sejuk dan tenang akan memabntu proses belajar, apabila dalam keadaan gaduh dan panas akan membuat jenuh dan tidak focus dalam belajar.
- Suasana hati : suasan hati pun mempengaruhi dalam belajar, belajar saat ketidak nyamanan rasa hati akan mempengaruhi semuanya.
Pentingnya musik
menggunakan musik akan membuat gelombang otak akan bekerja secara baik dan nyaman, selain itupula denyut nadi dan tekanan darah turun, apabila terjadi rasa ketenangan dan ketegangan pun tak terasa. Sedangkan belajar tanpa musik akan membuat denyut nadi dan tekanan darah naik, dan perasaan nyaman pun menghinggapi.
Menentukan Gaya belajar
- cara menyerap informasi : bagaimana kita memahami informasi yang kita dapatkan
- mengatur informasi : mengaturnya menjadikan sebuah referensi suatu pembelajaran yang baru,
- mengelola informasi : mendapatkan informasi lalu mengembangkannya menjadi sesuatu yang berguna.
setelah menyerap informasi yang kita dapatkan lalu mengaturnya menjadisebuah rangkaian yang berguna untuk proses belajar, dan mengaplikasikannya di lingkungan masyarakat agar berguna untuk banyak orang.
Modalitas belajar
Dengan cara visual membantu menarik perhatian untuk belajar pula dengan cara avaitorial yaitu mendengarkan informasi tersebut, lalu menjadikan tambahan ataupun pengetahuan yang berguna. Dengan cara Kinestika penggerakan, informasi tersebut di aplikasikan secra langsung.
Tanggal : 4 Desember 2009
Pendisiplinan sekolah
Pendisiplinan sekolah ialah usaha untuk sekolah agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berprilaku dengan normal
Aturan sekolah ialah aturan standar berpakaian, ketepatan waktu, prilaku sosial, estika belajar. semua ynag mengatur akan berjalannta proses belajar.
Tujuan disiplin sekolah
- mendorong dukungan bagi terciptanya untuk kenyamanan dan ketertiban dari proses belajar
- mendorong siswa melakukan kegiatan yang sesuai koridor yang benar.
- Membantu siswa memahami dan menyesuaikan kondisi dengan tuntutan lingkungan.
- Siswa belajar hidup dengan kebijakan-kebijakan yang baik dan bermanfaat. Hal ini memberikan mereka pemebelajaran akan pentingnya aturan, karena di lingkungan luar tentunya ada pula aturan lebih ketat dan tegas.
Penyebab perilaku Indisiplin
- guru ataupun dosen yang tidak mengikuti disiplin yang dibuat. Menyebabkan anak didik mengikuti contoh dari orang dewasa.
- Kondisi sekolah yang kurang nyaman pun membuat anak didik melanggar peraturan sekolah. Dikarenakan mereka belum menerima yang dia inginkan.
- Siswa itu sendiri yang merasa ingin melanggar peraturan sekolah, dikarenakan merasa jenuh dan bosan.
- Kurikulum yang dibuat terlalu ketat dan tidak fleksibel dan dipaksakan. Akan mengganggu mereka dalam belajar dan menyebabkan kurang efektif proses belajar.
Upaya guru menumbuhkan disiplin
- membantu siswa mengembangkan pola perilaku mereka dalam setiap melakukan aktifitas.
- Membantu siswa meningkatkan standar perilakunya.
- Menggunakan pelakasaan aturan sebagai alat-alat, baik aturan-aturan khusus maupun umum dalam pembelajarannya.
Pentingnya disiplin dalam pendidikan dalam pembelajaran
- rasa hormat terhadap prioritas : menghormati dan mengikuti aturan yang dibuat akan menjadikan contohnya yang baik bagi anak didik.
- Upaya untuk menanamkan kerja sama : yaitu saling berinteraksi antara satu sama lainnya dan saling menghormati satu sama lainya, akan menumbuhkan rasa kerja sama untuk kemajuan bersama.
- Kebutuhan untuk berorganisasi : rasa sadar kita mengetahui kita hidup bersama dan membutuhkan orang lain. Maka semua itu akan menumbuhakan rasa keorganisasian yang dibuat untuk bersama.
- Rasa hormat antara orang lainnya.
- Keinginan untuk tidak melakukan yang kurang menyenangkan
- Memperkenalkan contoh perilaku tidak disiplin, agar mereka dapat membandingakan antara perilaku disiplin akan mendapatkan keuntungan yang baik untuk mereka, sedangkan perilaku negative akan mendapatkan dapat yang buruk bagi yang melakukannya.
Strategi umum merancang disiplin
- menumbuhkan konsep diri siswa, seorang siswa menyadari dirinya sebagai pelajar dan melakukan tugasnya sebagai pelajar dengan baik agar membangkan dirinya dan orang disekitarnya.
- Keterampilan komunikasi, menjadikan komunikasi alat untuk mengetahui sebab mereka melakukan pelanggaran. Lalu bicaralah dari hati ke hati kepada anak didik yang bermasalahan, pendekatan pun perlu dilakukan agar anak didik merasa nyaman untuk mengungkapkanya.
- Konsekuensi-konsekuensi yang logis, dimana seorang pendidik memberikan hukuman yang logis dan dapat diterima anak didik dengan baik, dan memberikan efek jera bagi mereka.
- Klarifikasi nilai, perlu komunikasi tentang perkembangan nilai selama ini mereka belajar. agar mereka dapat menintropeksi diri mereka.
- Analisis transksional caranya perjanjian lalu menganalisis masalah, yang dialami agar mendapatkan hukuman yang sesuai dnegan problem dari masalah yang mereka hadapi.
- Disiplin yang terintegrasi, disiplin yang
- Modifikasi perilaku, memperbaiki kembali perilaku yang telah terjadi menjadi yang lebih baik lagi.
- Tantangan bagi disiplin, anak didik mendapatka tantangan yang mendidik. Apabila mereka dapat menyelesaikan tantangan tersebut mereka mendapatkan penghargaan ataupun suatu bentuk simpatik dari guru agar dapat di tiru oleh teman-teman yang lainnya.
Pengaturan otoritarian
- pengaturan dibuat sangat ketat, yaitu peraturan yang dibuat sangat memberatkan peserta didik.
- Siswa di haruskan patuh, sebab lainnya siswa diberikan aturan yang ketat dan patuh malah menyebabkan pelanggaran akan terus terjadi .
- Menerima saksi atau hukuman berat. Hukuman yang berat bukanlah solusi yang akan memberikan efek jera melainkan efek mereka akansemakin melangar peraturan
Peraturan Permisif
- orang dibebaskan bertindak menurut keinginannya. Dengan hal ini mereka sendiri akan mendapatkan pelajaran setiap tindaknya.
- Dibebaskan mengambil keputusan sendiri. Pengambilan keputusan sendiri rasa keberhasilan dan kegagalan itu akan jadi bahan sebuah pilihan untuk menjadi lebih baik.
- Kejadian melanggar norma, kebebasan yang diberikan akan dengan sendirinya berdapak secara langsung untuk fisik maupun mental.
- Ada rasa cemas, dan takut. Perasaan rasa cemas dan takut telah tumbuh membuat mereka tidak akan melanggar peraturan yang dibuat.
Peraturan Demokrasi
- ada penjelasan,diskusi . tidakan yang dilakukan diberikan penjelasan mereka melakukan hal tersebut. dan membicarakan dnegan cara dewasa untuk mendapatkan solusi yang terbaik.
- Teknik ini menekankan aspek educatif
- Saksi atau hukuman dapat diberikan kepada yang melanggar.
- Hukuman upaya menyadarkan mereka tidak melanggar hukum bukanlah bentuk jalan pemberontakan yang baik.
- Kemandirian dan tanggung jawab dapat berkembang.
PENDISIPLINAN SEKOLAH
Pendisiplinan sekolah
Pendisiplinan sekolah ialah usaha untuk sekolah agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berprilaku dengan normal
Aturan sekolah ialah aturan standar berpakaian, ketepatan waktu, prilaku sosial, estika belajar. semua ynag mengatur akan berjalannta proses belajar.
Tujuan disiplin sekolah
- mendorong dukungan bagi terciptanya untuk kenyamanan dan ketertiban dari proses belajar
- mendorong siswa melakukan kegiatan yang sesuai koridor yang benar.
- Membantu siswa memahami dan menyesuaikan kondisi dengan tuntutan lingkungan.
- Siswa belajar hidup dengan kebijakan-kebijakan yang baik dan bermanfaat. Hal ini memberikan mereka pemebelajaran akan pentingnya aturan, karena di lingkungan luar tentunya ada pula aturan lebih ketat dan tegas.
Penyebab perilaku Indisiplin
- guru ataupun dosen yang tidak mengikuti disiplin yang dibuat. Menyebabkan anak didik mengikuti contoh dari orang dewasa.
- Kondisi sekolah yang kurang nyaman pun membuat anak didik melanggar peraturan sekolah. Dikarenakan mereka belum menerima yang dia inginkan.
- Siswa itu sendiri yang merasa ingin melanggar peraturan sekolah, dikarenakan merasa jenuh dan bosan.
- Kurikulum yang dibuat terlalu ketat dan tidak fleksibel dan dipaksakan. Akan mengganggu mereka dalam belajar dan menyebabkan kurang efektif proses belajar.
Upaya guru menumbuhkan disiplin
- membantu siswa mengembangkan pola perilaku mereka dalam setiap melakukan aktifitas.
- Membantu siswa meningkatkan standar perilakunya.
- Menggunakan pelakasaan aturan sebagai alat-alat, baik aturan-aturan khusus maupun umum dalam pembelajarannya.
Pentingnya disiplin dalam pendidikan dalam pembelajaran
- rasa hormat terhadap prioritas : menghormati dan mengikuti aturan yang dibuat akan menjadikan contohnya yang baik bagi anak didik.
- Upaya untuk menanamkan kerja sama : yaitu saling berinteraksi antara satu sama lainnya dan saling menghormati satu sama lainya, akan menumbuhkan rasa kerja sama untuk kemajuan bersama.
- Kebutuhan untuk berorganisasi : rasa sadar kita mengetahui kita hidup bersama dan membutuhkan orang lain. Maka semua itu akan menumbuhakan rasa keorganisasian yang dibuat untuk bersama.
- Rasa hormat antara orang lainnya.
- Keinginan untuk tidak melakukan yang kurang menyenangkan
- Memperkenalkan contoh perilaku tidak disiplin, agar mereka dapat membandingakan antara perilaku disiplin akan mendapatkan keuntungan yang baik untuk mereka, sedangkan perilaku negative akan mendapatkan dapat yang buruk bagi yang melakukannya.
Strategi umum merancang disiplin
- menumbuhkan konsep diri siswa, seorang siswa menyadari dirinya sebagai pelajar dan melakukan tugasnya sebagai pelajar dengan baik agar membangkan dirinya dan orang disekitarnya.
- Keterampilan komunikasi, menjadikan komunikasi alat untuk mengetahui sebab mereka melakukan pelanggaran. Lalu bicaralah dari hati ke hati kepada anak didik yang bermasalahan, pendekatan pun perlu dilakukan agar anak didik merasa nyaman untuk mengungkapkanya.
- Konsekuensi-konsekuensi yang logis, dimana seorang pendidik memberikan hukuman yang logis dan dapat diterima anak didik dengan baik, dan memberikan efek jera bagi mereka.
- Klarifikasi nilai, perlu komunikasi tentang perkembangan nilai selama ini mereka belajar. agar mereka dapat menintropeksi diri mereka.
- Analisis transksional caranya perjanjian lalu menganalisis masalah, yang dialami agar mendapatkan hukuman yang sesuai dnegan problem dari masalah yang mereka hadapi.
- Disiplin yang terintegrasi, disiplin yang
- Modifikasi perilaku, memperbaiki kembali perilaku yang telah terjadi menjadi yang lebih baik lagi.
- Tantangan bagi disiplin, anak didik mendapatka tantangan yang mendidik. Apabila mereka dapat menyelesaikan tantangan tersebut mereka mendapatkan penghargaan ataupun suatu bentuk simpatik dari guru agar dapat di tiru oleh teman-teman yang lainnya.
Pengaturan otoritarian
- pengaturan dibuat sangat ketat, yaitu peraturan yang dibuat sangat memberatkan peserta didik.
- Siswa di haruskan patuh, sebab lainnya siswa diberikan aturan yang ketat dan patuh malah menyebabkan pelanggaran akan terus terjadi .
- Menerima saksi atau hukuman berat. Hukuman yang berat bukanlah solusi yang akan memberikan efek jera melainkan efek mereka akansemakin melangar peraturan
Peraturan Permisif
- orang dibebaskan bertindak menurut keinginannya. Dengan hal ini mereka sendiri akan mendapatkan pelajaran setiap tindaknya.
- Dibebaskan mengambil keputusan sendiri. Pengambilan keputusan sendiri rasa keberhasilan dan kegagalan itu akan jadi bahan sebuah pilihan untuk menjadi lebih baik.
- Kejadian melanggar norma, kebebasan yang diberikan akan dengan sendirinya berdapak secara langsung untuk fisik maupun mental.
- Ada rasa cemas, dan takut. Perasaan rasa cemas dan takut telah tumbuh membuat mereka tidak akan melanggar peraturan yang dibuat.
Peraturan Demokrasi
- ada penjelasan,diskusi . tidakan yang dilakukan diberikan penjelasan mereka melakukan hal tersebut. dan membicarakan dnegan cara dewasa untuk mendapatkan solusi yang terbaik.
- Teknik ini menekankan aspek educatif
- Saksi atau hukuman dapat diberikan kepada yang melanggar.
- Hukuman upaya menyadarkan mereka tidak melanggar hukum bukanlah bentuk jalan pemberontakan yang baik.
- Kemandirian dan tanggung jawab dapat berkembang.
Pendisiplinan sekolah ialah usaha untuk sekolah agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berprilaku dengan normal
Aturan sekolah ialah aturan standar berpakaian, ketepatan waktu, prilaku sosial, estika belajar. semua ynag mengatur akan berjalannta proses belajar.
Tujuan disiplin sekolah
- mendorong dukungan bagi terciptanya untuk kenyamanan dan ketertiban dari proses belajar
- mendorong siswa melakukan kegiatan yang sesuai koridor yang benar.
- Membantu siswa memahami dan menyesuaikan kondisi dengan tuntutan lingkungan.
- Siswa belajar hidup dengan kebijakan-kebijakan yang baik dan bermanfaat. Hal ini memberikan mereka pemebelajaran akan pentingnya aturan, karena di lingkungan luar tentunya ada pula aturan lebih ketat dan tegas.
Penyebab perilaku Indisiplin
- guru ataupun dosen yang tidak mengikuti disiplin yang dibuat. Menyebabkan anak didik mengikuti contoh dari orang dewasa.
- Kondisi sekolah yang kurang nyaman pun membuat anak didik melanggar peraturan sekolah. Dikarenakan mereka belum menerima yang dia inginkan.
- Siswa itu sendiri yang merasa ingin melanggar peraturan sekolah, dikarenakan merasa jenuh dan bosan.
- Kurikulum yang dibuat terlalu ketat dan tidak fleksibel dan dipaksakan. Akan mengganggu mereka dalam belajar dan menyebabkan kurang efektif proses belajar.
Upaya guru menumbuhkan disiplin
- membantu siswa mengembangkan pola perilaku mereka dalam setiap melakukan aktifitas.
- Membantu siswa meningkatkan standar perilakunya.
- Menggunakan pelakasaan aturan sebagai alat-alat, baik aturan-aturan khusus maupun umum dalam pembelajarannya.
Pentingnya disiplin dalam pendidikan dalam pembelajaran
- rasa hormat terhadap prioritas : menghormati dan mengikuti aturan yang dibuat akan menjadikan contohnya yang baik bagi anak didik.
- Upaya untuk menanamkan kerja sama : yaitu saling berinteraksi antara satu sama lainnya dan saling menghormati satu sama lainya, akan menumbuhkan rasa kerja sama untuk kemajuan bersama.
- Kebutuhan untuk berorganisasi : rasa sadar kita mengetahui kita hidup bersama dan membutuhkan orang lain. Maka semua itu akan menumbuhakan rasa keorganisasian yang dibuat untuk bersama.
- Rasa hormat antara orang lainnya.
- Keinginan untuk tidak melakukan yang kurang menyenangkan
- Memperkenalkan contoh perilaku tidak disiplin, agar mereka dapat membandingakan antara perilaku disiplin akan mendapatkan keuntungan yang baik untuk mereka, sedangkan perilaku negative akan mendapatkan dapat yang buruk bagi yang melakukannya.
Strategi umum merancang disiplin
- menumbuhkan konsep diri siswa, seorang siswa menyadari dirinya sebagai pelajar dan melakukan tugasnya sebagai pelajar dengan baik agar membangkan dirinya dan orang disekitarnya.
- Keterampilan komunikasi, menjadikan komunikasi alat untuk mengetahui sebab mereka melakukan pelanggaran. Lalu bicaralah dari hati ke hati kepada anak didik yang bermasalahan, pendekatan pun perlu dilakukan agar anak didik merasa nyaman untuk mengungkapkanya.
- Konsekuensi-konsekuensi yang logis, dimana seorang pendidik memberikan hukuman yang logis dan dapat diterima anak didik dengan baik, dan memberikan efek jera bagi mereka.
- Klarifikasi nilai, perlu komunikasi tentang perkembangan nilai selama ini mereka belajar. agar mereka dapat menintropeksi diri mereka.
- Analisis transksional caranya perjanjian lalu menganalisis masalah, yang dialami agar mendapatkan hukuman yang sesuai dnegan problem dari masalah yang mereka hadapi.
- Disiplin yang terintegrasi, disiplin yang
- Modifikasi perilaku, memperbaiki kembali perilaku yang telah terjadi menjadi yang lebih baik lagi.
- Tantangan bagi disiplin, anak didik mendapatka tantangan yang mendidik. Apabila mereka dapat menyelesaikan tantangan tersebut mereka mendapatkan penghargaan ataupun suatu bentuk simpatik dari guru agar dapat di tiru oleh teman-teman yang lainnya.
Pengaturan otoritarian
- pengaturan dibuat sangat ketat, yaitu peraturan yang dibuat sangat memberatkan peserta didik.
- Siswa di haruskan patuh, sebab lainnya siswa diberikan aturan yang ketat dan patuh malah menyebabkan pelanggaran akan terus terjadi .
- Menerima saksi atau hukuman berat. Hukuman yang berat bukanlah solusi yang akan memberikan efek jera melainkan efek mereka akansemakin melangar peraturan
Peraturan Permisif
- orang dibebaskan bertindak menurut keinginannya. Dengan hal ini mereka sendiri akan mendapatkan pelajaran setiap tindaknya.
- Dibebaskan mengambil keputusan sendiri. Pengambilan keputusan sendiri rasa keberhasilan dan kegagalan itu akan jadi bahan sebuah pilihan untuk menjadi lebih baik.
- Kejadian melanggar norma, kebebasan yang diberikan akan dengan sendirinya berdapak secara langsung untuk fisik maupun mental.
- Ada rasa cemas, dan takut. Perasaan rasa cemas dan takut telah tumbuh membuat mereka tidak akan melanggar peraturan yang dibuat.
Peraturan Demokrasi
- ada penjelasan,diskusi . tidakan yang dilakukan diberikan penjelasan mereka melakukan hal tersebut. dan membicarakan dnegan cara dewasa untuk mendapatkan solusi yang terbaik.
- Teknik ini menekankan aspek educatif
- Saksi atau hukuman dapat diberikan kepada yang melanggar.
- Hukuman upaya menyadarkan mereka tidak melanggar hukum bukanlah bentuk jalan pemberontakan yang baik.
- Kemandirian dan tanggung jawab dapat berkembang.
MOTIFASI BELAJAR
1. Pengertian Motivasi
Siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya. Kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan, atau cita-cita. Kekuatan mental tersebut dapat tergolong rendah atau tinggi. Motivasi di pandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia termasuk belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar (Koeswara, 1989; Siagian 1989; Schein, 1991; biggs, & Telfer, 1987).
Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu :
Kebutuhan
Kebutuhan terjadi bila individu merasa ada ketidak seimbangan antara apa yang ia miliki dan yang ia harapkan.
Dorongan
Menurut Hull, dorongan atau motivasi berkembang untuk memenuhi kebutuhan organisme, disamping itu juga merupakan system yang memungkinkan organisme dapat memelihara kelangsungan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan organisme menyebabkan munculnya dorongan, dan dorongan akan mengaktifkan tingkah laku mengembalikan keseimbangan fisiologis organisme. Tingkah laku organisme terjadi disebabkan oleh respons dari organisme, kekuatan dorongan organisme, dan penguatan dua hal tersebut. Hull memang menekankan dorongan sebagai motivasi penggerak utama perilaku, tetapi kemudian juga tidak sepenuhnya menolak adanya pengaruh faktor-faktor eksternal.
Tujuan
Tujuan memberi arah pada perilaku. Secara psikologis, tujuan merupakan titik akhir “sementara” pencapaian kebutuhan. Jika tujuan tercapai, maka kebutuhan terpenuhi untuk “sementara”. Jika kebutuhan terpenuhi, maka orang menjadi puas, dan dorongan mental untuk berbuat “terhenti sementara”.
1. Pentingnya Motivasi dalam Belajar
Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah sebagai berikut :
(1) Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir.
(2) Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya.
(3) Mengarahkan kegiatan belajar.
(4) Membesarkan semangat belajar.
(5) Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja (di sela-selanya adalah istirahat atau bermain) yang bersinambung. Individu dilatih untuk menggunakan kekuatannya sedemikian rupa sehingga dapat berhasil.
Motivasi belajar juga penting diketahui oleh seorang guru. Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi belajar pada siswa bermanfaat bagi guru, manfaat itu sebagai berikut :
(1) Meningkatkan, membangkitkan, dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil.
(2) Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa di kelas bermacam-ragam.
(3) Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran seperti sebagai penasihat, fasilitator, insruktur, teman diskusi, penyemanagat, pemberi hadiah, atau pendidik.
(4) Memberi peluang guru untuk “unjuk kerja” rekayasa pedagogis. Tugas guru adalah membuat semua siswa belajar sampai berhasil. Tantangan profesionalnya justru terletak pada “mengubah” siswa tak berminat menjadi bersemangat untuk belajar. “mengubah” siswa cerdas yang acuh tak acuk menjadi bersemangat belajar.
B. Jenis dan Sifat Motivasi
1. Jenis Motivasi
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia.
Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Hal ini berbeda dengan motivasi primer. Motivasi sosial atau motivasi sekunder memegang peran penting bagi kehidupan manusia. Perilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari. Ciri-ciri sikap yakni : (i) merupakan kecenderungan berpikir, merasa, kemudian bertindak. (ii) memiliki daya dorong bertindak, (iii) relatif bersifat tetap, (iv) berkecenderungan melakukan penilaian, dan (v) dapat timbul dari pengalaman, dapat dipelajari atau berubah.
Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. Emosi menujukkan adanya sejenis kegoncangan seseorang. Kegoncangan tersebut disertai proses jasmani, perilaku, dan kesadaran. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya pengetahuan yang dipercaya. Pengetahuan yang dipercaya tersebut adakalanya berdasarkan akal, ataupun tak berdasar akal sehat. Pengetahuan tersebut dapat mendorong terjadinya perilaku. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya kebiasaan dan kemauan. Kebiasaan merupakan perilaku menetap dan berlangsung otomatis. Kemungkinan besar perilaku tersebut merupakan hasil belajar. Kemauan merupakan tindakan mencapai tujuan secara kuat.
2. Sifat Motivasi
Motivasi seseorang dapat bersumber dari (i) dalam diri sendiri, yang dikenal sebagai motivasi internal, dan (ii) dari luar seseorang yang dikenal dengan motivasi eksternal. Disamping itu kita bisa membedakan motivasi intrinsic ynag dikarenakan orang tersebut senang melakukannya. Menurut Monks, motivasi berprestasi telah muncul pada saat anak berusia balita. Hal ini berarti bahwa motivasi intrinsic perlu diperhatikan oleh para guru sejak TK, SD, dan SLTP. Pada usia ini para guru masih memberi tekanan pada pendidikan kepribadian khususnya disiplin diri untuk beremansipasi. Penguatan terhadap motivasi intrinsic perlu diperhatikan, sebab disiplin merupakan kunci keberhasilan belajar (Monks, Knoers, Siti Rahayau, 1989 ; 161-164).
Motivasi ekstrinsik adalah dorongan terhadap perilaku seseorang yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya. Orang berbuat sesuatu, karena dorongan dari luar seperti adanya hadiah dan menghindari hukuman.
Motivasi intrinsic dan ekstrinsik dapat dijadikan titik pangkal rekayasa pedagogis guru. Sebaiknya guru mengenal adanya motivasi-motivasi tersebut. Untuk mengenal motivasi yang sebenarnya, guru perlu melakukan penelitian. Adakalanya guru menghadapi siswa ynag belum memiliki motivasi belajar yang baik. Dalam hal ini seyogianya guru berpegang pada motivasi ekstrinsik, dengan menggunakan penguat berupa hadiah atau hukuman, seyogianya guru memperbaiki disiplin diri siswa dalam beremansipasi.
C. Motivasi dalam Belajar
Dalam perilaku belajar terdapat motivasi belajar. Motivasi belajar tersebut ada yang instrinsik atau ekstrinsik. Penguatan motivasi-motivasi belajar berada di tangan para guru atau pendidik dan anggota masyarakat lain.
1. Unsur-unsur yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
a. Cita-cita atau Aspirasi Siswa
Motivasi belajar tamapak pada keinginan anak sejak kecil. Keberhasilan mencapai kainginan menumbuhkan kemuan bergiat, bahkan dikemudian hari menumbuhkan cita-cita dalam kehidupan. Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembangan akal, moral, kamauan, bahasa, dan nilai-nilai kehidupan. timbulnya cita-cita juga dibarengi oleh perkembangan kepribadian. Cita-cita akan memperkuat motivasi belajar intrinsic ataupun ekstrinsik, sebab tercapainya tercapainya suatu cita-cita akan mewujudkan akulturasi diri. (Monks, 1989: 241-260; Schein, 1991:87-110; singgih Gunarsa, 1990: 183-199).
b. Kemampuan Siswa
Keinginan seorang perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksakanan tugas-tugas perkembangan.
c. Kondisi siswa
Kondisi siswa yang meliputi kondisi rohoni dan jasmani mempengaruhi motivasi belajar.
d. Kondisi Lingkungan Siswa
Kondisi sekolah yang sehat, kerukunan hidup, ketertiban pergaulan perlu dipertinggi mutunya. Dengan lingkungan yang aman, tenteram, tertib, dan indah, maka semangat dan motivasi belajar mudah diperkuat.
e. Unsur-unsur Dinamis dalam Belajar dan Pembelajaran
Pembelajar yang masih berkembang jiwaraganya, lingkungan yang semakin bertambah baik berkat dibangun, merupakan kondisi dinamis yang bagus bagi pembelajaran. Guru professional diharpkan mampu memanfaatkan sutat kabar, majalah, siaran radio, televise, dan sumber belajar di sekitar sekolah untuk memotivasi belajar.
f. Upaya Guru dalam Membelajarkan Siswa
Upaya guru membelajarkan siswa terjadi di sekolah dan di luar sekolah. Upaya membelajarkan disekolah meliputi hal-hal berikut : (i) menyelenggarakan tertib belajar di sekolah (ii) membina disiplin belajar dalam setiap kesempatan, seprti memanfaatkan waktu dan pemeliharaan fasilitas sekolah. (iii) membina belajar tertib pergaulan, dan (iv) membina belajar tertib lingkungan sekolah.
2. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar
a. Optimasi Penerapan Prinsip Belajar
Upaya pembelajaran terkait dengan beberapa prinsip belajar. Beberapa prinsip belajar tersebut antara lain :
- Belajar menjadi bermakna bila siswa memahami tujuan belajar.
- Belajar menjadi bermakna bila siswa dihadapkan pada pemecahan masalah yang menantangnya
- Belajar menjadi bermakna bila guru mampu memustkan segala kemampuan mental siswa dalam program kegiatan tertentu.
- Sesuai dengan perkembangan jiwa siswa, maka kebutuhan bahan-bahan belajar siswa semakin bertambah, oleh karena itu guru perlu mengatur bahan dari yang paling sederhana sampai yang paling menantang.
- Belajar menjadi menantang bila siswa memahami prinsip penilaian dan faedah nilai belajarnya bagi kehidupan dikemudian hari.
Optimasi Unsur Dinamis Belajar dan Pembelajaran
Seorang siswa akan belajar dengan seutuh pribadinya. Perasaan, kemauan, pikiran, perhatian, fantasi, dan kemapuan yang lain tertuju pada belajar. Meskipun demikian ketertujuan tersebut tidak selamanya berjalan lancar. Ketidak sejajaran tersebut disebabkan kelelahan jasmani atau mentalnya., ataupun naik turunnya energi jiwa.
Optimasi Pemanfaatan pengalaman dan Kemampuan
Perilaku belajar siswa merupakan rangkaian tindak-tindak belajar setiap hari. Perilaku belajar setiap hari bertolak dari jadwal pelajaran sekolah.
Guru adalah “penggerak” perjalanan belajar bagi siswa. Sebagai penggerak guru perlu memahami dan mencatat kesukaran-kesukaran siswa. Sebagai fasilitator belajar, guru diharapkan memantau mengatasi kesukaran belajar. “Bantuan mengatasi kesukaran belajar” perlu diberikan sebelum siswa putus asa.
d. Pengembangan Cita-cita dan Aspirasi Belajar
Upaya mendidik dan mengembangkan cita-cita belajar dapat dilaukan dengan berbagai cara. Cara-cara mendidik dan mengembangkan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sebagai berikut :
1. Guru menciptakan suasana belajar yang menggembirakan.
2. Guru mengikutsertakan semua siswa untuk memelihara fasilitas belajar.
3. Guru mengajak siswa untuk membuat perlombaan unjuk belajar seperti lomba baca, lomba karya tulis ilmiah, lomba tanam bunga, lomba lukis, lmba kerajinan.
4. Guru mengajak serta orng tua siswa untuk memperlengkap fasilitas belajar seperti buku bacaan, majalah, alat olah raga, dan kebun bunga.
5. Guru memberanikan siswa untuk mencatat keinginan-keinginan di notes pramuka, dan mencatat keinginan yang tercapai dan tak tercapai.
6. Guru bekerjasama dengan pendidik lain seperti orang tua, ulama atau pendeta, pramuka, dan para instruktur pendidik pemuda, untuk mendidik dan mengembangkan cita-cita belajar sepanjang hayat.
Siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya. Kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan, atau cita-cita. Kekuatan mental tersebut dapat tergolong rendah atau tinggi. Motivasi di pandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia termasuk belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar (Koeswara, 1989; Siagian 1989; Schein, 1991; biggs, & Telfer, 1987).
Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu :
Kebutuhan
Kebutuhan terjadi bila individu merasa ada ketidak seimbangan antara apa yang ia miliki dan yang ia harapkan.
Dorongan
Menurut Hull, dorongan atau motivasi berkembang untuk memenuhi kebutuhan organisme, disamping itu juga merupakan system yang memungkinkan organisme dapat memelihara kelangsungan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan organisme menyebabkan munculnya dorongan, dan dorongan akan mengaktifkan tingkah laku mengembalikan keseimbangan fisiologis organisme. Tingkah laku organisme terjadi disebabkan oleh respons dari organisme, kekuatan dorongan organisme, dan penguatan dua hal tersebut. Hull memang menekankan dorongan sebagai motivasi penggerak utama perilaku, tetapi kemudian juga tidak sepenuhnya menolak adanya pengaruh faktor-faktor eksternal.
Tujuan
Tujuan memberi arah pada perilaku. Secara psikologis, tujuan merupakan titik akhir “sementara” pencapaian kebutuhan. Jika tujuan tercapai, maka kebutuhan terpenuhi untuk “sementara”. Jika kebutuhan terpenuhi, maka orang menjadi puas, dan dorongan mental untuk berbuat “terhenti sementara”.
1. Pentingnya Motivasi dalam Belajar
Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah sebagai berikut :
(1) Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir.
(2) Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya.
(3) Mengarahkan kegiatan belajar.
(4) Membesarkan semangat belajar.
(5) Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja (di sela-selanya adalah istirahat atau bermain) yang bersinambung. Individu dilatih untuk menggunakan kekuatannya sedemikian rupa sehingga dapat berhasil.
Motivasi belajar juga penting diketahui oleh seorang guru. Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi belajar pada siswa bermanfaat bagi guru, manfaat itu sebagai berikut :
(1) Meningkatkan, membangkitkan, dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil.
(2) Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa di kelas bermacam-ragam.
(3) Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran seperti sebagai penasihat, fasilitator, insruktur, teman diskusi, penyemanagat, pemberi hadiah, atau pendidik.
(4) Memberi peluang guru untuk “unjuk kerja” rekayasa pedagogis. Tugas guru adalah membuat semua siswa belajar sampai berhasil. Tantangan profesionalnya justru terletak pada “mengubah” siswa tak berminat menjadi bersemangat untuk belajar. “mengubah” siswa cerdas yang acuh tak acuk menjadi bersemangat belajar.
B. Jenis dan Sifat Motivasi
1. Jenis Motivasi
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia.
Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Hal ini berbeda dengan motivasi primer. Motivasi sosial atau motivasi sekunder memegang peran penting bagi kehidupan manusia. Perilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari. Ciri-ciri sikap yakni : (i) merupakan kecenderungan berpikir, merasa, kemudian bertindak. (ii) memiliki daya dorong bertindak, (iii) relatif bersifat tetap, (iv) berkecenderungan melakukan penilaian, dan (v) dapat timbul dari pengalaman, dapat dipelajari atau berubah.
Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. Emosi menujukkan adanya sejenis kegoncangan seseorang. Kegoncangan tersebut disertai proses jasmani, perilaku, dan kesadaran. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya pengetahuan yang dipercaya. Pengetahuan yang dipercaya tersebut adakalanya berdasarkan akal, ataupun tak berdasar akal sehat. Pengetahuan tersebut dapat mendorong terjadinya perilaku. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya kebiasaan dan kemauan. Kebiasaan merupakan perilaku menetap dan berlangsung otomatis. Kemungkinan besar perilaku tersebut merupakan hasil belajar. Kemauan merupakan tindakan mencapai tujuan secara kuat.
2. Sifat Motivasi
Motivasi seseorang dapat bersumber dari (i) dalam diri sendiri, yang dikenal sebagai motivasi internal, dan (ii) dari luar seseorang yang dikenal dengan motivasi eksternal. Disamping itu kita bisa membedakan motivasi intrinsic ynag dikarenakan orang tersebut senang melakukannya. Menurut Monks, motivasi berprestasi telah muncul pada saat anak berusia balita. Hal ini berarti bahwa motivasi intrinsic perlu diperhatikan oleh para guru sejak TK, SD, dan SLTP. Pada usia ini para guru masih memberi tekanan pada pendidikan kepribadian khususnya disiplin diri untuk beremansipasi. Penguatan terhadap motivasi intrinsic perlu diperhatikan, sebab disiplin merupakan kunci keberhasilan belajar (Monks, Knoers, Siti Rahayau, 1989 ; 161-164).
Motivasi ekstrinsik adalah dorongan terhadap perilaku seseorang yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya. Orang berbuat sesuatu, karena dorongan dari luar seperti adanya hadiah dan menghindari hukuman.
Motivasi intrinsic dan ekstrinsik dapat dijadikan titik pangkal rekayasa pedagogis guru. Sebaiknya guru mengenal adanya motivasi-motivasi tersebut. Untuk mengenal motivasi yang sebenarnya, guru perlu melakukan penelitian. Adakalanya guru menghadapi siswa ynag belum memiliki motivasi belajar yang baik. Dalam hal ini seyogianya guru berpegang pada motivasi ekstrinsik, dengan menggunakan penguat berupa hadiah atau hukuman, seyogianya guru memperbaiki disiplin diri siswa dalam beremansipasi.
C. Motivasi dalam Belajar
Dalam perilaku belajar terdapat motivasi belajar. Motivasi belajar tersebut ada yang instrinsik atau ekstrinsik. Penguatan motivasi-motivasi belajar berada di tangan para guru atau pendidik dan anggota masyarakat lain.
1. Unsur-unsur yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
a. Cita-cita atau Aspirasi Siswa
Motivasi belajar tamapak pada keinginan anak sejak kecil. Keberhasilan mencapai kainginan menumbuhkan kemuan bergiat, bahkan dikemudian hari menumbuhkan cita-cita dalam kehidupan. Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembangan akal, moral, kamauan, bahasa, dan nilai-nilai kehidupan. timbulnya cita-cita juga dibarengi oleh perkembangan kepribadian. Cita-cita akan memperkuat motivasi belajar intrinsic ataupun ekstrinsik, sebab tercapainya tercapainya suatu cita-cita akan mewujudkan akulturasi diri. (Monks, 1989: 241-260; Schein, 1991:87-110; singgih Gunarsa, 1990: 183-199).
b. Kemampuan Siswa
Keinginan seorang perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksakanan tugas-tugas perkembangan.
c. Kondisi siswa
Kondisi siswa yang meliputi kondisi rohoni dan jasmani mempengaruhi motivasi belajar.
d. Kondisi Lingkungan Siswa
Kondisi sekolah yang sehat, kerukunan hidup, ketertiban pergaulan perlu dipertinggi mutunya. Dengan lingkungan yang aman, tenteram, tertib, dan indah, maka semangat dan motivasi belajar mudah diperkuat.
e. Unsur-unsur Dinamis dalam Belajar dan Pembelajaran
Pembelajar yang masih berkembang jiwaraganya, lingkungan yang semakin bertambah baik berkat dibangun, merupakan kondisi dinamis yang bagus bagi pembelajaran. Guru professional diharpkan mampu memanfaatkan sutat kabar, majalah, siaran radio, televise, dan sumber belajar di sekitar sekolah untuk memotivasi belajar.
f. Upaya Guru dalam Membelajarkan Siswa
Upaya guru membelajarkan siswa terjadi di sekolah dan di luar sekolah. Upaya membelajarkan disekolah meliputi hal-hal berikut : (i) menyelenggarakan tertib belajar di sekolah (ii) membina disiplin belajar dalam setiap kesempatan, seprti memanfaatkan waktu dan pemeliharaan fasilitas sekolah. (iii) membina belajar tertib pergaulan, dan (iv) membina belajar tertib lingkungan sekolah.
2. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar
a. Optimasi Penerapan Prinsip Belajar
Upaya pembelajaran terkait dengan beberapa prinsip belajar. Beberapa prinsip belajar tersebut antara lain :
- Belajar menjadi bermakna bila siswa memahami tujuan belajar.
- Belajar menjadi bermakna bila siswa dihadapkan pada pemecahan masalah yang menantangnya
- Belajar menjadi bermakna bila guru mampu memustkan segala kemampuan mental siswa dalam program kegiatan tertentu.
- Sesuai dengan perkembangan jiwa siswa, maka kebutuhan bahan-bahan belajar siswa semakin bertambah, oleh karena itu guru perlu mengatur bahan dari yang paling sederhana sampai yang paling menantang.
- Belajar menjadi menantang bila siswa memahami prinsip penilaian dan faedah nilai belajarnya bagi kehidupan dikemudian hari.
Optimasi Unsur Dinamis Belajar dan Pembelajaran
Seorang siswa akan belajar dengan seutuh pribadinya. Perasaan, kemauan, pikiran, perhatian, fantasi, dan kemapuan yang lain tertuju pada belajar. Meskipun demikian ketertujuan tersebut tidak selamanya berjalan lancar. Ketidak sejajaran tersebut disebabkan kelelahan jasmani atau mentalnya., ataupun naik turunnya energi jiwa.
Optimasi Pemanfaatan pengalaman dan Kemampuan
Perilaku belajar siswa merupakan rangkaian tindak-tindak belajar setiap hari. Perilaku belajar setiap hari bertolak dari jadwal pelajaran sekolah.
Guru adalah “penggerak” perjalanan belajar bagi siswa. Sebagai penggerak guru perlu memahami dan mencatat kesukaran-kesukaran siswa. Sebagai fasilitator belajar, guru diharapkan memantau mengatasi kesukaran belajar. “Bantuan mengatasi kesukaran belajar” perlu diberikan sebelum siswa putus asa.
d. Pengembangan Cita-cita dan Aspirasi Belajar
Upaya mendidik dan mengembangkan cita-cita belajar dapat dilaukan dengan berbagai cara. Cara-cara mendidik dan mengembangkan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sebagai berikut :
1. Guru menciptakan suasana belajar yang menggembirakan.
2. Guru mengikutsertakan semua siswa untuk memelihara fasilitas belajar.
3. Guru mengajak siswa untuk membuat perlombaan unjuk belajar seperti lomba baca, lomba karya tulis ilmiah, lomba tanam bunga, lomba lukis, lmba kerajinan.
4. Guru mengajak serta orng tua siswa untuk memperlengkap fasilitas belajar seperti buku bacaan, majalah, alat olah raga, dan kebun bunga.
5. Guru memberanikan siswa untuk mencatat keinginan-keinginan di notes pramuka, dan mencatat keinginan yang tercapai dan tak tercapai.
6. Guru bekerjasama dengan pendidik lain seperti orang tua, ulama atau pendeta, pramuka, dan para instruktur pendidik pemuda, untuk mendidik dan mengembangkan cita-cita belajar sepanjang hayat.
STRATEGI BELAJAR
Strategi belajar
Buat apakah kita belajar?
Seluruh hidup manusia adalah proses belajara. Setiap kita bertindak secara tidak langsung kita belajar mengetahui dan melihat akan sekeliling kita. Belajar menjadikan situasi dan kondisi menjadi lebih baik dan bermanfaat,. Belajar tidak hanya membuat kita naik kelas secara ekonomi saja, tetapi secara sosial kita berbeda dan memiliki nilai tersendiri di lingkungan masyarakat. Sedangkan agama mengajarkan kita selalu untuk mencari ilmu kenegeri cina. Memberikan penjelasaan kalau kita sellau harus mencari terus akan ilmu hingga liang lahat.
Pembelajaran
Pembelajaran ialah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. kegiatan dimana mengajarkan kita untuk profesional untuk memberikan kemungkinan dan kemudahan orang lain untuk belajar dengan sengaja, terarah dan terkendali. Interaksi pun terjadi dengan tujuan belajar untuk mencapai sebuah keinginan.
Pendekatan pembelajaran
- perubahan paradigma : pengajaran pembelajaran, dimana seorang pendidik tidak hanya menjelaskan saja. tetapi seorang pendidik pun mengajarkan pola tingkah laku yang baik, selain itu pula peserta didik pun harus ikut terlibat langsung dalam proses pembelajaran dnegan banyak menggali informasi dan aktif di dalam proses pembelajaran.
- Perubahan landasan : dari metode behaforistik menjadi pembelajaran yang konstruktivistik. Dimana seorang anak didik tidak lagi di berikan secara langsung tetapi menggali pola pikir mereka untuk mencari sendiri.
- Pendekatan Ilmiah : dalam proses pembelajaran terjadinya teori-teori pembelajaran yang terbaru. Dan berdasarkan sebuah landasan ilmu yang jelas, agar dapat dipertanggung jawabkan.
Landasan Konseptual
- Behavioristik : sistem pembelajaran yang lebih di jelaskan dan telah dituntun
- Penambahan pengetahuan : pengetahuan yang ada selalu di perbaruhi karena perkembangan zaman akan selalu merubah semua metode dan bentuk pembelajaran.
- Pengetahuan bersifat objektif dan aktif : pembelajaran seperti ini dituntut untuk siswa menjalankannya dengan aktif di dalam kelas.
- Pengetahuan terstruktur dengan rapih dan seragam : tidak adanya perbedaan antara satu dengan lainnya.
Konstrifistik
- pemaknaan atas pengetahuan :
- belajar konsektestual
- belajar mandiri
- belajar kooperatif
- belajar pemetaan konsep.
Motivasi Belajar
Tanggal : 3 Desember 2009
Quantum Learning
Menurut Bob patter menklasifikasikan bahwa kerangka pemikirian Quantum Learning
- sikap positif
- motivasi
- cara belajar
- lingkungan belajar
- baca cepat
- catatan efektif
bersikap positif
a) kekuatan posikiran : pemikiran yang tiada batasannya membuat pola pikiran kita dapat berjalan dengan sempurna.
b) Otak kita : otak yang efisien, otak yang selalu dapat menyimpan banyak data yang kita berikan.
c) Dalil tentang Otak : otak yang selalu yang bekerja jaringan dari otak akan saling menyatu dan membuat otak akan terus terasah dan berguna dengan baik. Sedangkan yang kurang mengasah otak otak tidak dapat membentuk jaringan yang sempurna lalu membuat jaringan tersebut akan membuat kita menjadi pelupa.
Belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan
- pada usia 1 tahun : dalam usia ini kita dalam kegiatan proses belajar berjalan mengenal dan merekam setiap orang berbicara.
- Pada usia 2 tahun : dalam tahap belajar berkomunikasi, kita dapat mengahafal 200 kata atau lebih tergantung seringnya kita melihat dan memperhatikan , juga merekamnya.
- Pada usia 5 tahun : pengetahuan setiap kata sudah mencapai 90% yang dapat dikuasai
- Pada usia 6 tahun : belajar membaca dalam usia ini kita telah melatih organ tubuh kita yaitu lidah untuk pengucapan dan penambahan ilmu yang lebih matang lagi. Pada usia ini mulainya banyak tingkah pola kita yang sudah menunjukan pertumbuhan dan perbedaan pada usia yang 1-5 tahun.
Macam –macam Kecerdasaan menurut Gatner antara lainya adalah : Sastra, logika, visual, kinestitik, musical, interpersonal, intra personal, natural. Tetpai setiap orang memiliki satu kelebihannya yang paling menonjol dan lebih bagus lagi apabila memiliki dua kelebihan.
Pertumbuhan otak
- otak tumbuh karena ada stimulus yang diberikan, pada anak maka pertumbuhan otak akan berjalan secara optimal. Apabila tidak adanya stimulus yang masuk ke otak akan membuat otak akan menjadi tidak terasa dan kurang efektif dalam bekerja,
- fungsi sensormotorik, yaitu stimulus berupa kontak dengan lingkungan disekitarnya membuat otak merekam semua yang ada di sekelilingnya dan membuat sebuah perbandingan antara yang baik dan buruk.
- Fungsi emosional-kognitif, yaitu stimulus berupa bermain dan meniru hal ini akan dilakukan apabila melihat yang menyenangkan akan membuat otak untuk mengikuti yang indah menurut yang dilihatnya.
Otak kanan dan kiri
Otak kiri
Berfikir logis pula secara linear atau tersusun, menerima bentuk sekuensil dan yang bersifat rasional. Otak kiri bersifat konfergen yaitu memusat pada sesuatu dan bersifat vertical berfikir secara tiggi dan rendah besar dan kecil.
Sedangkan otak kanan
Otak kanan berfikir secara acak dan tidak memilki aturan, holistic dan intruitif, yaitu menyukai keindahan. Dalam hal ini otak kanan berfikir secara divergen yaitu berfikir secara meluar, pula lateral yaitu tidak teratur atau kebalikan dari otak kiri. Tetapi setipa manusia memiliki ciri khusus pada dirinya, dan otak kanan maupun otak kiri sama baiknya, dan lebih baik lagi dapat menggunakannya keduanya.
Belajar Aktif VS Pasif
Belajar aktif yaitu belajar dalam situasi apapun yang ada di depannya, pula memanfaatkan apa yang kita pelajari disekelilingnya, dalam belajar selalu proaktif dalam menanggapi informasi, dan bersandarkan pada kehidupan .
Belajar Pasif ialah tidak dapat melihat kesempatan dalam pembelajaran, dan mengabaikan setiap peluang yang diberikan dan kurang berani untuk mengeluarkan pendapat, selain itu pula reaktif kurang yaitu kurang aktif dalam proses pembelajaran, pula menarik diri dari lingkungan sekitarnya kurang mau berbaur dnegan lingkungan sekitarnya.
Manfaat Belajar
Selain menambahkan ilmu pengetahuan yang didapatkan pula mengasah otak untuk berfikir agar tetap bekerja dengan baik .
Rayakan suatu pencapaian yang diusahakan dalam proses pembelajaran
Dalam proses pembelajaran tentunya kita mendapatkan banyak latihan dan tugas. Saat itu pula otak terus bekerja tanpa letihnya, saat tersebut kita harus merayakan bagaimanapun hasilnya, karena kita harus mensyukuri hasil yang kita lakukan selama ini.
Menata kembali lingkungan belajar
- pencayahaan : dalam proses belajar pastinya selalu membaca pula menulis pada saat tersebut harus mengatur pencayahaan yang baik dalam belajar, agar tidak merusak organ tubuh.
- Musik : musik pula merangsang otak untuk berfikir, selain mengundang rasa kenyamanan maupun tidak membaut rasa jenuh belajar berhari-hari.
- Alat Bantu visual : alat Bantu berupa laptop, LCD, dan alat Bantu yang lainnya akan membuat menarik perhatian dalam melakukan pembelajaran
- Penempatan : posisi duduk maupun penempatan alat Bantu yang kita gunakan membuat semua itu merasakan nyaman dalam belajar dan merasa tidak letih.
- Temperature : tempat yang sejuk dan tenang akan memabntu proses belajar, apabila dalam keadaan gaduh dan panas akan membuat jenuh dan tidak focus dalam belajar.
- Suasana hati : suasan hati pun mempengaruhi dalam belajar, belajar saat ketidak nyamanan rasa hati akan mempengaruhi semuanya.
Pentingnya musik
menggunakan musik akan membuat gelombang otak akan bekerja secara baik dan nyaman, selain itupula denyut nadi dan tekanan darah turun, apabila terjadi rasa ketenangan dan ketegangan pun tak terasa. Sedangkan belajar tanpa musik akan membuat denyut nadi dan tekanan darah naik, dan perasaan nyaman pun menghinggapi.
Menentukan Gaya belajar
- cara menyerap informasi : bagaimana kita memahami informasi yang kita dapatkan
- mengatur informasi : mengaturnya menjadikan sebuah referensi suatu pembelajaran yang baru,
- mengelola informasi : mendapatkan informasi lalu mengembangkannya menjadi sesuatu yang berguna.
setelah menyerap informasi yang kita dapatkan lalu mengaturnya menjadisebuah rangkaian yang berguna untuk proses belajar, dan mengaplikasikannya di lingkungan masyarakat agar berguna untuk banyak orang.
Modalitas belajar
Dengan cara visual membantu menarik perhatian untuk belajar pula dengan cara avaitorial yaitu mendengarkan informasi tersebut, lalu menjadikan tambahan ataupun pengetahuan yang berguna. Dengan cara Kinestika penggerakan, informasi tersebut di aplikasikan secara langsung.
Buat apakah kita belajar?
Seluruh hidup manusia adalah proses belajara. Setiap kita bertindak secara tidak langsung kita belajar mengetahui dan melihat akan sekeliling kita. Belajar menjadikan situasi dan kondisi menjadi lebih baik dan bermanfaat,. Belajar tidak hanya membuat kita naik kelas secara ekonomi saja, tetapi secara sosial kita berbeda dan memiliki nilai tersendiri di lingkungan masyarakat. Sedangkan agama mengajarkan kita selalu untuk mencari ilmu kenegeri cina. Memberikan penjelasaan kalau kita sellau harus mencari terus akan ilmu hingga liang lahat.
Pembelajaran
Pembelajaran ialah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. kegiatan dimana mengajarkan kita untuk profesional untuk memberikan kemungkinan dan kemudahan orang lain untuk belajar dengan sengaja, terarah dan terkendali. Interaksi pun terjadi dengan tujuan belajar untuk mencapai sebuah keinginan.
Pendekatan pembelajaran
- perubahan paradigma : pengajaran pembelajaran, dimana seorang pendidik tidak hanya menjelaskan saja. tetapi seorang pendidik pun mengajarkan pola tingkah laku yang baik, selain itu pula peserta didik pun harus ikut terlibat langsung dalam proses pembelajaran dnegan banyak menggali informasi dan aktif di dalam proses pembelajaran.
- Perubahan landasan : dari metode behaforistik menjadi pembelajaran yang konstruktivistik. Dimana seorang anak didik tidak lagi di berikan secara langsung tetapi menggali pola pikir mereka untuk mencari sendiri.
- Pendekatan Ilmiah : dalam proses pembelajaran terjadinya teori-teori pembelajaran yang terbaru. Dan berdasarkan sebuah landasan ilmu yang jelas, agar dapat dipertanggung jawabkan.
Landasan Konseptual
- Behavioristik : sistem pembelajaran yang lebih di jelaskan dan telah dituntun
- Penambahan pengetahuan : pengetahuan yang ada selalu di perbaruhi karena perkembangan zaman akan selalu merubah semua metode dan bentuk pembelajaran.
- Pengetahuan bersifat objektif dan aktif : pembelajaran seperti ini dituntut untuk siswa menjalankannya dengan aktif di dalam kelas.
- Pengetahuan terstruktur dengan rapih dan seragam : tidak adanya perbedaan antara satu dengan lainnya.
Konstrifistik
- pemaknaan atas pengetahuan :
- belajar konsektestual
- belajar mandiri
- belajar kooperatif
- belajar pemetaan konsep.
Motivasi Belajar
Tanggal : 3 Desember 2009
Quantum Learning
Menurut Bob patter menklasifikasikan bahwa kerangka pemikirian Quantum Learning
- sikap positif
- motivasi
- cara belajar
- lingkungan belajar
- baca cepat
- catatan efektif
bersikap positif
a) kekuatan posikiran : pemikiran yang tiada batasannya membuat pola pikiran kita dapat berjalan dengan sempurna.
b) Otak kita : otak yang efisien, otak yang selalu dapat menyimpan banyak data yang kita berikan.
c) Dalil tentang Otak : otak yang selalu yang bekerja jaringan dari otak akan saling menyatu dan membuat otak akan terus terasah dan berguna dengan baik. Sedangkan yang kurang mengasah otak otak tidak dapat membentuk jaringan yang sempurna lalu membuat jaringan tersebut akan membuat kita menjadi pelupa.
Belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan
- pada usia 1 tahun : dalam usia ini kita dalam kegiatan proses belajar berjalan mengenal dan merekam setiap orang berbicara.
- Pada usia 2 tahun : dalam tahap belajar berkomunikasi, kita dapat mengahafal 200 kata atau lebih tergantung seringnya kita melihat dan memperhatikan , juga merekamnya.
- Pada usia 5 tahun : pengetahuan setiap kata sudah mencapai 90% yang dapat dikuasai
- Pada usia 6 tahun : belajar membaca dalam usia ini kita telah melatih organ tubuh kita yaitu lidah untuk pengucapan dan penambahan ilmu yang lebih matang lagi. Pada usia ini mulainya banyak tingkah pola kita yang sudah menunjukan pertumbuhan dan perbedaan pada usia yang 1-5 tahun.
Macam –macam Kecerdasaan menurut Gatner antara lainya adalah : Sastra, logika, visual, kinestitik, musical, interpersonal, intra personal, natural. Tetpai setiap orang memiliki satu kelebihannya yang paling menonjol dan lebih bagus lagi apabila memiliki dua kelebihan.
Pertumbuhan otak
- otak tumbuh karena ada stimulus yang diberikan, pada anak maka pertumbuhan otak akan berjalan secara optimal. Apabila tidak adanya stimulus yang masuk ke otak akan membuat otak akan menjadi tidak terasa dan kurang efektif dalam bekerja,
- fungsi sensormotorik, yaitu stimulus berupa kontak dengan lingkungan disekitarnya membuat otak merekam semua yang ada di sekelilingnya dan membuat sebuah perbandingan antara yang baik dan buruk.
- Fungsi emosional-kognitif, yaitu stimulus berupa bermain dan meniru hal ini akan dilakukan apabila melihat yang menyenangkan akan membuat otak untuk mengikuti yang indah menurut yang dilihatnya.
Otak kanan dan kiri
Otak kiri
Berfikir logis pula secara linear atau tersusun, menerima bentuk sekuensil dan yang bersifat rasional. Otak kiri bersifat konfergen yaitu memusat pada sesuatu dan bersifat vertical berfikir secara tiggi dan rendah besar dan kecil.
Sedangkan otak kanan
Otak kanan berfikir secara acak dan tidak memilki aturan, holistic dan intruitif, yaitu menyukai keindahan. Dalam hal ini otak kanan berfikir secara divergen yaitu berfikir secara meluar, pula lateral yaitu tidak teratur atau kebalikan dari otak kiri. Tetapi setipa manusia memiliki ciri khusus pada dirinya, dan otak kanan maupun otak kiri sama baiknya, dan lebih baik lagi dapat menggunakannya keduanya.
Belajar Aktif VS Pasif
Belajar aktif yaitu belajar dalam situasi apapun yang ada di depannya, pula memanfaatkan apa yang kita pelajari disekelilingnya, dalam belajar selalu proaktif dalam menanggapi informasi, dan bersandarkan pada kehidupan .
Belajar Pasif ialah tidak dapat melihat kesempatan dalam pembelajaran, dan mengabaikan setiap peluang yang diberikan dan kurang berani untuk mengeluarkan pendapat, selain itu pula reaktif kurang yaitu kurang aktif dalam proses pembelajaran, pula menarik diri dari lingkungan sekitarnya kurang mau berbaur dnegan lingkungan sekitarnya.
Manfaat Belajar
Selain menambahkan ilmu pengetahuan yang didapatkan pula mengasah otak untuk berfikir agar tetap bekerja dengan baik .
Rayakan suatu pencapaian yang diusahakan dalam proses pembelajaran
Dalam proses pembelajaran tentunya kita mendapatkan banyak latihan dan tugas. Saat itu pula otak terus bekerja tanpa letihnya, saat tersebut kita harus merayakan bagaimanapun hasilnya, karena kita harus mensyukuri hasil yang kita lakukan selama ini.
Menata kembali lingkungan belajar
- pencayahaan : dalam proses belajar pastinya selalu membaca pula menulis pada saat tersebut harus mengatur pencayahaan yang baik dalam belajar, agar tidak merusak organ tubuh.
- Musik : musik pula merangsang otak untuk berfikir, selain mengundang rasa kenyamanan maupun tidak membaut rasa jenuh belajar berhari-hari.
- Alat Bantu visual : alat Bantu berupa laptop, LCD, dan alat Bantu yang lainnya akan membuat menarik perhatian dalam melakukan pembelajaran
- Penempatan : posisi duduk maupun penempatan alat Bantu yang kita gunakan membuat semua itu merasakan nyaman dalam belajar dan merasa tidak letih.
- Temperature : tempat yang sejuk dan tenang akan memabntu proses belajar, apabila dalam keadaan gaduh dan panas akan membuat jenuh dan tidak focus dalam belajar.
- Suasana hati : suasan hati pun mempengaruhi dalam belajar, belajar saat ketidak nyamanan rasa hati akan mempengaruhi semuanya.
Pentingnya musik
menggunakan musik akan membuat gelombang otak akan bekerja secara baik dan nyaman, selain itupula denyut nadi dan tekanan darah turun, apabila terjadi rasa ketenangan dan ketegangan pun tak terasa. Sedangkan belajar tanpa musik akan membuat denyut nadi dan tekanan darah naik, dan perasaan nyaman pun menghinggapi.
Menentukan Gaya belajar
- cara menyerap informasi : bagaimana kita memahami informasi yang kita dapatkan
- mengatur informasi : mengaturnya menjadikan sebuah referensi suatu pembelajaran yang baru,
- mengelola informasi : mendapatkan informasi lalu mengembangkannya menjadi sesuatu yang berguna.
setelah menyerap informasi yang kita dapatkan lalu mengaturnya menjadisebuah rangkaian yang berguna untuk proses belajar, dan mengaplikasikannya di lingkungan masyarakat agar berguna untuk banyak orang.
Modalitas belajar
Dengan cara visual membantu menarik perhatian untuk belajar pula dengan cara avaitorial yaitu mendengarkan informasi tersebut, lalu menjadikan tambahan ataupun pengetahuan yang berguna. Dengan cara Kinestika penggerakan, informasi tersebut di aplikasikan secara langsung.
MANAJEMEN KELAS
Manajemen Kelas
Manajemen kelas ialah berbagai kegiatan dalam ruang kelas, di lakukan secara lansung dan disengaja yang dilakukan ileh pendidik ataupun seorang guru. Dan membuat jalanya proses pembelajaran yang menyenangkan agar mendapatkan hasil yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar.
Berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal dan menyenangkan. Terkadang terjadinya peserta didik yang melakukan kegiatan-kegiatan yang mencuri perhatian kelas, janganlah menjadi suatu bentuk yang mengubah keadaan yang ada.
-Masalah Manajemen Kelas
a) Masalah Individual : masalah yang terjadi oleh peserta didik dalam bentuk: membuat kegaduhan dalam kelas, mencari perhatian di kelas ataupun kegiatan yang lainnya.
b) Masalah Kelompok : antara lainnya adalah kelas kurang kohensif dikarenakan alasan jenis kelamin karena kurang nyaman akan perbedaan antara murid laki-laki dan murid perempuan. Contohnya saja murid laki-laki yang jumlahnya lebih sedikit membuat laki-laki kurang nyaman akan kelas tersebut. Alasan lainnya adalah suku. Contohnya dia adalah orang jawa dan bersekolah di daerah batak, mempersulit kebiasaan dan bahasa sebagai komunikasi antara satu dengan lainnya. Masalah sosial ekonomi pun akan menjadi permasalahan, karena perbedaan anatara satu sama linnya di dalam kelas tersebut membuat satu sama liannya memliki rasa ketidak sukaan. Karena ketidak mampuan menyesuaikan diri dikelas membuat menyadi minder dan kurang percaya diri.
Pendekatan Manajemen Kelas
- pendekatan otoriter : siswa perlu diawasi dan diatur dalam proses belajar agar kelas tetap dalam kondisi yang kondusif. Dan aturan membuat mereka takut akan membuat kesalahan karena aturan yang akan membuat banyak berdampak banyak pada mereka.
- pendekatan intimidasi : mengawasi siswa mentertibkan secara intimidasi. Hal ini dilakukan apabila yang dilakukan telah sangatlah fatal.
- Pendekatan Permisif : memberikan kebebasan kepada siswa, apa yang ingin dilakukan siswa, guru hanya memantau apa yang dilakukan siswa.
- Pendekatan resep masakan : mengikuti apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak dapat dilakukan. Dilakukan ini untuk memberikan mereka peringatan akan setiap tidak mereka.
- Pendekatan pengajar : guru menyusun rencana pengajaran, dengan hal ini guru menyusun apa saja yang akan ditampilkan terlebih dahulu, dan memberikan sedikit leluconaan agar tidak menjadikan jenuh dan tegang dalam pembelajaran.
- Pendekatan Modifikasi perilaku : mengupayakan perubahan perilaku yang pasif pada siswa. Dengan memberikan mereka tampil dengan adanya tugas seperti diskusi kelompok untuk mereka yang pasif terpacu untuk memberanikan diri untuk tampil.
- Iklim Sosio-Emosional : menjalin hubungan yang positif antara guru dan murid selain menyamabung tali silaturahmi pula untuk membuat jalinan yang baik saat dalam proses pembelajaran.
- Sistem proses kelompok/ dinamika : meningkatkan dan memelihara kelas yang efektif. Dimana membentuk kelas tersebut menjadi kelas yang kondusif dan berprestasi.
Moving Class
a) system belajar yang mendatangi pendampingnya. Bagian dari moving class dimana setiap murid mencari pendamping mata pelajaran mereka, dan bukannya guru yang mencari mereka tetapi sebaliknya.
b) Mengacu pada pembelajaran kelas yang berpusat pada anak-anak untuk lingkungan ynag dinamis. Karena anak-anak dari bagian moving class ini mereka sering berpindah-pindah membuat mereka selalu sigap.
c) Pada saat subjek mata pelajaran berganti maka siswa akan meningkatkan kelas menuju kelas lain sesuai mata pelajaran.
d) Rombongan yang akan belajar.
e) Guru akan tetap di ruang laboratorium atau kelas tempat pelajaran. Guru hanya ada di tempat mata pelajaran saja, dan muridlah yang mencari guru mereka di ruang yang telah dijadwalkan.
f) Kondisi lingkungan akan di atur sesuai mata pelajaran yang akan dilaksanakan.
Tujuan
- memfasilitasi siswa yang memiliki beraneka ragam/ macam gaya belajar. dengan demikian mereka merasa terfasilitasi dan belajar semakin optimal
- menyediakan sumber belajar, alat peraga, dan sarana dan prasarana. Untuk mendukung kelas moving class tentunya fasilitas dalam pembelajaran harus tersedia dengan baik, agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan optimal.
- Merangsang seluruh aspek perkembangan. Aspek perkembangan mereka terangsang, baik dari mata, telingan tangan , dan lain sebagai. Karena mereka harus aktif dan dalam keadaan kondisi fisik yang selalu sehat.
- Meningkatkan keterampilan pendamping dalam memvariasikan metode. Pendamping disini ialah seorang guru harus memiliki kemampuan yang baik dalam belajar, karena harus selalu berfikir keras untuk kelas tetap dalam keadaan yang kondusif dan menyenangkan.
- Membut aktif dalam pembelajaran. Anak-anak kelas Moving Class tentunya selalu aktif karena mereka harus bergerak cepat dan selalu mencari informasi-informasi yang terbaru, karena tuntuntan dari kegiatan dan tugas yang diberikan.
Manajemen kelas ialah berbagai kegiatan dalam ruang kelas, di lakukan secara lansung dan disengaja yang dilakukan ileh pendidik ataupun seorang guru. Dan membuat jalanya proses pembelajaran yang menyenangkan agar mendapatkan hasil yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar.
Berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal dan menyenangkan. Terkadang terjadinya peserta didik yang melakukan kegiatan-kegiatan yang mencuri perhatian kelas, janganlah menjadi suatu bentuk yang mengubah keadaan yang ada.
-Masalah Manajemen Kelas
a) Masalah Individual : masalah yang terjadi oleh peserta didik dalam bentuk: membuat kegaduhan dalam kelas, mencari perhatian di kelas ataupun kegiatan yang lainnya.
b) Masalah Kelompok : antara lainnya adalah kelas kurang kohensif dikarenakan alasan jenis kelamin karena kurang nyaman akan perbedaan antara murid laki-laki dan murid perempuan. Contohnya saja murid laki-laki yang jumlahnya lebih sedikit membuat laki-laki kurang nyaman akan kelas tersebut. Alasan lainnya adalah suku. Contohnya dia adalah orang jawa dan bersekolah di daerah batak, mempersulit kebiasaan dan bahasa sebagai komunikasi antara satu dengan lainnya. Masalah sosial ekonomi pun akan menjadi permasalahan, karena perbedaan anatara satu sama linnya di dalam kelas tersebut membuat satu sama liannya memliki rasa ketidak sukaan. Karena ketidak mampuan menyesuaikan diri dikelas membuat menyadi minder dan kurang percaya diri.
Pendekatan Manajemen Kelas
- pendekatan otoriter : siswa perlu diawasi dan diatur dalam proses belajar agar kelas tetap dalam kondisi yang kondusif. Dan aturan membuat mereka takut akan membuat kesalahan karena aturan yang akan membuat banyak berdampak banyak pada mereka.
- pendekatan intimidasi : mengawasi siswa mentertibkan secara intimidasi. Hal ini dilakukan apabila yang dilakukan telah sangatlah fatal.
- Pendekatan Permisif : memberikan kebebasan kepada siswa, apa yang ingin dilakukan siswa, guru hanya memantau apa yang dilakukan siswa.
- Pendekatan resep masakan : mengikuti apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak dapat dilakukan. Dilakukan ini untuk memberikan mereka peringatan akan setiap tidak mereka.
- Pendekatan pengajar : guru menyusun rencana pengajaran, dengan hal ini guru menyusun apa saja yang akan ditampilkan terlebih dahulu, dan memberikan sedikit leluconaan agar tidak menjadikan jenuh dan tegang dalam pembelajaran.
- Pendekatan Modifikasi perilaku : mengupayakan perubahan perilaku yang pasif pada siswa. Dengan memberikan mereka tampil dengan adanya tugas seperti diskusi kelompok untuk mereka yang pasif terpacu untuk memberanikan diri untuk tampil.
- Iklim Sosio-Emosional : menjalin hubungan yang positif antara guru dan murid selain menyamabung tali silaturahmi pula untuk membuat jalinan yang baik saat dalam proses pembelajaran.
- Sistem proses kelompok/ dinamika : meningkatkan dan memelihara kelas yang efektif. Dimana membentuk kelas tersebut menjadi kelas yang kondusif dan berprestasi.
Moving Class
a) system belajar yang mendatangi pendampingnya. Bagian dari moving class dimana setiap murid mencari pendamping mata pelajaran mereka, dan bukannya guru yang mencari mereka tetapi sebaliknya.
b) Mengacu pada pembelajaran kelas yang berpusat pada anak-anak untuk lingkungan ynag dinamis. Karena anak-anak dari bagian moving class ini mereka sering berpindah-pindah membuat mereka selalu sigap.
c) Pada saat subjek mata pelajaran berganti maka siswa akan meningkatkan kelas menuju kelas lain sesuai mata pelajaran.
d) Rombongan yang akan belajar.
e) Guru akan tetap di ruang laboratorium atau kelas tempat pelajaran. Guru hanya ada di tempat mata pelajaran saja, dan muridlah yang mencari guru mereka di ruang yang telah dijadwalkan.
f) Kondisi lingkungan akan di atur sesuai mata pelajaran yang akan dilaksanakan.
Tujuan
- memfasilitasi siswa yang memiliki beraneka ragam/ macam gaya belajar. dengan demikian mereka merasa terfasilitasi dan belajar semakin optimal
- menyediakan sumber belajar, alat peraga, dan sarana dan prasarana. Untuk mendukung kelas moving class tentunya fasilitas dalam pembelajaran harus tersedia dengan baik, agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan optimal.
- Merangsang seluruh aspek perkembangan. Aspek perkembangan mereka terangsang, baik dari mata, telingan tangan , dan lain sebagai. Karena mereka harus aktif dan dalam keadaan kondisi fisik yang selalu sehat.
- Meningkatkan keterampilan pendamping dalam memvariasikan metode. Pendamping disini ialah seorang guru harus memiliki kemampuan yang baik dalam belajar, karena harus selalu berfikir keras untuk kelas tetap dalam keadaan yang kondusif dan menyenangkan.
- Membut aktif dalam pembelajaran. Anak-anak kelas Moving Class tentunya selalu aktif karena mereka harus bergerak cepat dan selalu mencari informasi-informasi yang terbaru, karena tuntuntan dari kegiatan dan tugas yang diberikan.
SELEKSI
Seleksi
Seleksi ialah serangkaian langkah kegiatan yang dilakukan untuk memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak. Dimaksukkan disini ialah seorang pelamar harus mengalami suatu pilihan dari banyaknya pelamar lainnya, untuk mendapatkan pelamar yang terbaik.
Tantangan dalam proses seleksi
-supply: dalam hal ini terkait akan seorang calon. Dalam seleksi diperlukan calon yang mau akan mengikuti suatu seleksi yang diadakan. Dalam hal ini ada dua kelibihan dan kekurangan yang terjadi. Kelebihannya adalah makin banyak pelamar makin banyak yang terbaik. Sedangkan kekurangannya adalah pekerjaan dari administrastif pun bertambah beret, waktu yang dibutuhkan pun sangatlah lama dan panjang, selain itu pula sumber untuk melakukan proses seleksi pun bertambah dikarenakan untuk menghemat waktu, juga biaya yang dikeluarkan dalam proses seleksipun bertambah.
-ethis: etika seorang calon peserta harus pun dilihat apakah di dalam proses penyeleksian dia memiliki tata cara sopan santun yang baik.
- organisasional: tergantung dari lembaga tersebut.
Tantangan Ethis
-keseterdiaan Gender, dimana pelamar yang diterima perempuan atau laki-laki ataupun semua Gender. Semua ini pun melihat Kuota muatan dari sekolah. Mencukupi atau tidak disekolah itu menerima kedua Gender. Contohya saja sekolah ini mendirikan sekolah asrama, bila menerima laki-laki dan perempuan harus melihat kapasitas dari sekolah itu apakah mencukupi sarana dan prasarana yang disediakan.
- Family System (KKN), yaitu peneriman secara istimewa melewati seseorang, atau kerabat terdekat. Contohya saja sekolah umum dimana seorang anak yang belum mampu untuk masuk di sekolah tersebut, dikarenakan memilki kerabat memudahkannya untuk masuk sekolah tersebut.
Tantangan Organisasi
-Visi dan Misi: kejelasaan untuk melihat dan tunjukan kepastian dari organisasi tersebut. memilki visi dan misi yang jelas akan berdampak dari kinerja pula,karena kinerja yang menjalankannya dengan baik akan mencapai tujuan organisasi yang di cita-citakan.
-Keterbatasan: keterbatasan yang ada di suatu organisasi berupa sarana dan prasarana, pembiayaan, alokasi yang tersedia. Membuat system seleksi yang dibuat akan lebih diperketat lagi untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
- Sumber Daya Manusia: sumber daya manusia yang profesional dan ahli, juga terampil yang akan dipilih dan dicari setiap organisasi, karena akan membantu organisasi untuk mencapai hasil dan tujuan yang memuaskan.
Langkah-langkah proses seleksi
-Seleksi administrasi: Administrasi menyeleksi hasil dari banyaknya pelamar melihat dari surat lamaran yang dikirimkan. Contohnya saja melihat nilai-nilai dari pelamar, apabila memiliki kelebihan ataupun keterampilan yang dimiliki, akan menambah nilai terbaik bagi pelamar.
- Tes: alat Bantu untuk memadukan criteria yang diterima dengan kondisi calon siswa atau pelamar.
-wawancara seleksi: mewawancarai pelamar dan melihat apakah mereka dapat menjawab atau menjelaskan yang diminta oleh pihak organisasi tersebut.
-pemeriksaan referensi: pemeriksaan ini melihat apakah mereka selama ini memilki keahlian yang dibutuhkan, semua ini akan menjadi nilai tambah bagi pelamar.
-evaluasi medis: melihat penyakit yang diderita oleh pelamar. Bagi pelamar yang memilki penyakit parah akan difikirkan berulang-ulang, karena akan mengeluarkan dana yang lebih bagi organisasi untuk mengeluarkan dana untuk penyakit yang dideritannya.
Keputusan penerimaan: keputusan tersebut dilihat langsung oleh pihak yang etrkait dalam urusan pelamar, yang telah diseksi apakah mereka memang meiliki criteria tersebut.
Keputusan Penerimaan
-media : melalui media cetak atau elektronik untuk mengumumkanya. Atau melalui papan pengumuman secara langsung di organisasi tersebut.
-materinya: 1) hanya yang lulus 2) cadangan untuk memperkirakan apabila masih ada yang masih kosong 3) yang tidak diterima pun juga ditampilkan.
Penempatan ialah menentapkan calon yang lulus seleksi pada ruang atau kelas yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi lain.
Dasar penempatan
- hasil seleksi: hasil seleksi yang dilakukan menentukan dimana calon mendapatkan tempat yang baik bagi mereka.
- Homogen/Heterogen: semua itu tergantung tempat yang telah ditetapkan.
- Jadwal Belajar: jadwal yang menentukan kapan dimulainnya proses tersebut dari jadwal pelajaran yang diberikan.
- Gender: laki-laki saja kah di ruang itu atau menerima perempuan sajakah, atau laki-laki dan perempuan yang diterima di sekolah tersebut.
Orientasi/ Induksi
-memperkenalkan siswa baru terkaikan akan kewajibannya. Dimana siswa tersebut melihat situasi dan kondisi tersebut, melakukan penyesuain dengan keadaan yang ada. Lalu menjalankan kewajibanya sebagi pelajar. Contohnya saja seorang anak baru disekolah. Tentunya memperkenalkan diri dari teman-temana satu ruangan dengannya, lalu melihat situasi temapt dia belajar, pula menyadari bila dia adalah seorang pelajar.
-muatan Orientasi :
a) masalah-masalah organisasi: masalah-masalah yang terjadi tersebut menjadi suatu pekerjaan siswa untuk menyelesaikannya dengan baik.
b) Perkenalan:memperkenalkan diri dengan angota lama di organisasi untuk mendapatkan simpati dalam proses yang akan berjalan secara bersama-sama.
c) Mekanisme, Prosedur, ketentuan tentang: Pembelajaran, pembimbing, Ujian. Semua hal itu harus siswa ketahui mekanisme dari organisasi tersebut, lalu prosedur yang telah dibuatpu harus dipelajari dan dilaksanakan.
-bentuk
a) Formal: adanya acara yang diselenggarakan secar khusus sebagi penyambuatan bagi anggota baru di organisasi tersebut.Sebagai tanda kita merespon mereka, atau menerima kehadiran mereka di sekitar kita.
b) Informal: siswa baru diperlihatkan bagaimana kondisi organisasi tersebut dan pihak-pihak yang terkait. Hal ini sangatlah penting, mereka tentunya belum begitu banyak mengetahui sekeliling mereka, dengan memperkenalkan lingkungan kampus mereka akan mempererat satu dengan yang lainnya.
-manfaat orientasi
a) penyesuaian diri : menyesuaikan diri sangatlah penting sebagai mana halnya anggota baru di lingkungan tersebut.
b) Optimalisasi Kemampuan : mengoptimalkan kemampuan kita di lingkungan sekliling kita. Menunjukan kemampuan anggota sebik mungkin, untuk memajukan organisasinya.
c) Menumbuhkan Rohegivitas : menumbuhkan rasa tinkat solidaritas dan keagaman yang menyadari lingkungan sekitarnya.
Seleksi ialah serangkaian langkah kegiatan yang dilakukan untuk memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak. Dimaksukkan disini ialah seorang pelamar harus mengalami suatu pilihan dari banyaknya pelamar lainnya, untuk mendapatkan pelamar yang terbaik.
Tantangan dalam proses seleksi
-supply: dalam hal ini terkait akan seorang calon. Dalam seleksi diperlukan calon yang mau akan mengikuti suatu seleksi yang diadakan. Dalam hal ini ada dua kelibihan dan kekurangan yang terjadi. Kelebihannya adalah makin banyak pelamar makin banyak yang terbaik. Sedangkan kekurangannya adalah pekerjaan dari administrastif pun bertambah beret, waktu yang dibutuhkan pun sangatlah lama dan panjang, selain itu pula sumber untuk melakukan proses seleksi pun bertambah dikarenakan untuk menghemat waktu, juga biaya yang dikeluarkan dalam proses seleksipun bertambah.
-ethis: etika seorang calon peserta harus pun dilihat apakah di dalam proses penyeleksian dia memiliki tata cara sopan santun yang baik.
- organisasional: tergantung dari lembaga tersebut.
Tantangan Ethis
-keseterdiaan Gender, dimana pelamar yang diterima perempuan atau laki-laki ataupun semua Gender. Semua ini pun melihat Kuota muatan dari sekolah. Mencukupi atau tidak disekolah itu menerima kedua Gender. Contohya saja sekolah ini mendirikan sekolah asrama, bila menerima laki-laki dan perempuan harus melihat kapasitas dari sekolah itu apakah mencukupi sarana dan prasarana yang disediakan.
- Family System (KKN), yaitu peneriman secara istimewa melewati seseorang, atau kerabat terdekat. Contohya saja sekolah umum dimana seorang anak yang belum mampu untuk masuk di sekolah tersebut, dikarenakan memilki kerabat memudahkannya untuk masuk sekolah tersebut.
Tantangan Organisasi
-Visi dan Misi: kejelasaan untuk melihat dan tunjukan kepastian dari organisasi tersebut. memilki visi dan misi yang jelas akan berdampak dari kinerja pula,karena kinerja yang menjalankannya dengan baik akan mencapai tujuan organisasi yang di cita-citakan.
-Keterbatasan: keterbatasan yang ada di suatu organisasi berupa sarana dan prasarana, pembiayaan, alokasi yang tersedia. Membuat system seleksi yang dibuat akan lebih diperketat lagi untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
- Sumber Daya Manusia: sumber daya manusia yang profesional dan ahli, juga terampil yang akan dipilih dan dicari setiap organisasi, karena akan membantu organisasi untuk mencapai hasil dan tujuan yang memuaskan.
Langkah-langkah proses seleksi
-Seleksi administrasi: Administrasi menyeleksi hasil dari banyaknya pelamar melihat dari surat lamaran yang dikirimkan. Contohnya saja melihat nilai-nilai dari pelamar, apabila memiliki kelebihan ataupun keterampilan yang dimiliki, akan menambah nilai terbaik bagi pelamar.
- Tes: alat Bantu untuk memadukan criteria yang diterima dengan kondisi calon siswa atau pelamar.
-wawancara seleksi: mewawancarai pelamar dan melihat apakah mereka dapat menjawab atau menjelaskan yang diminta oleh pihak organisasi tersebut.
-pemeriksaan referensi: pemeriksaan ini melihat apakah mereka selama ini memilki keahlian yang dibutuhkan, semua ini akan menjadi nilai tambah bagi pelamar.
-evaluasi medis: melihat penyakit yang diderita oleh pelamar. Bagi pelamar yang memilki penyakit parah akan difikirkan berulang-ulang, karena akan mengeluarkan dana yang lebih bagi organisasi untuk mengeluarkan dana untuk penyakit yang dideritannya.
Keputusan penerimaan: keputusan tersebut dilihat langsung oleh pihak yang etrkait dalam urusan pelamar, yang telah diseksi apakah mereka memang meiliki criteria tersebut.
Keputusan Penerimaan
-media : melalui media cetak atau elektronik untuk mengumumkanya. Atau melalui papan pengumuman secara langsung di organisasi tersebut.
-materinya: 1) hanya yang lulus 2) cadangan untuk memperkirakan apabila masih ada yang masih kosong 3) yang tidak diterima pun juga ditampilkan.
Penempatan ialah menentapkan calon yang lulus seleksi pada ruang atau kelas yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi lain.
Dasar penempatan
- hasil seleksi: hasil seleksi yang dilakukan menentukan dimana calon mendapatkan tempat yang baik bagi mereka.
- Homogen/Heterogen: semua itu tergantung tempat yang telah ditetapkan.
- Jadwal Belajar: jadwal yang menentukan kapan dimulainnya proses tersebut dari jadwal pelajaran yang diberikan.
- Gender: laki-laki saja kah di ruang itu atau menerima perempuan sajakah, atau laki-laki dan perempuan yang diterima di sekolah tersebut.
Orientasi/ Induksi
-memperkenalkan siswa baru terkaikan akan kewajibannya. Dimana siswa tersebut melihat situasi dan kondisi tersebut, melakukan penyesuain dengan keadaan yang ada. Lalu menjalankan kewajibanya sebagi pelajar. Contohnya saja seorang anak baru disekolah. Tentunya memperkenalkan diri dari teman-temana satu ruangan dengannya, lalu melihat situasi temapt dia belajar, pula menyadari bila dia adalah seorang pelajar.
-muatan Orientasi :
a) masalah-masalah organisasi: masalah-masalah yang terjadi tersebut menjadi suatu pekerjaan siswa untuk menyelesaikannya dengan baik.
b) Perkenalan:memperkenalkan diri dengan angota lama di organisasi untuk mendapatkan simpati dalam proses yang akan berjalan secara bersama-sama.
c) Mekanisme, Prosedur, ketentuan tentang: Pembelajaran, pembimbing, Ujian. Semua hal itu harus siswa ketahui mekanisme dari organisasi tersebut, lalu prosedur yang telah dibuatpu harus dipelajari dan dilaksanakan.
-bentuk
a) Formal: adanya acara yang diselenggarakan secar khusus sebagi penyambuatan bagi anggota baru di organisasi tersebut.Sebagai tanda kita merespon mereka, atau menerima kehadiran mereka di sekitar kita.
b) Informal: siswa baru diperlihatkan bagaimana kondisi organisasi tersebut dan pihak-pihak yang terkait. Hal ini sangatlah penting, mereka tentunya belum begitu banyak mengetahui sekeliling mereka, dengan memperkenalkan lingkungan kampus mereka akan mempererat satu dengan yang lainnya.
-manfaat orientasi
a) penyesuaian diri : menyesuaikan diri sangatlah penting sebagai mana halnya anggota baru di lingkungan tersebut.
b) Optimalisasi Kemampuan : mengoptimalkan kemampuan kita di lingkungan sekliling kita. Menunjukan kemampuan anggota sebik mungkin, untuk memajukan organisasinya.
c) Menumbuhkan Rohegivitas : menumbuhkan rasa tinkat solidaritas dan keagaman yang menyadari lingkungan sekitarnya.
Langganan:
Komentar (Atom)
